Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Usai Dilantik, Pengurus IODI Grobogan Targetkan Sumbang Medali di Porprov 2022

MURIANEWS.com, Grobogan – Setelah terbentuk beberapa waktu lalu, pengurus Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Grobogan masa bhakti 2019-2023 akhirnya dilantik, Senin (9/12/2019). Pelantikan pengurus IODI Grobogan yang diketuai Dodiet Dwi Wahyono itu dilakukan oleh Ketua IODI Jateng Evi Liana Dewi.

Acara pelantikan dihadiri Kepala Disporabudpar Ngadino dan Kabid Organisasi Pengprov IODI Jateng Susanto Dony Gurni Artanto. Hadir pula, Ketua KONI Fatchur Rachman dan para pengurus cabor yang ada di Grobogan.

Ketua IODI Grobogan Dodiet Dwi Wahyono menyatakan, setelah dilantik, pihaknya akan segera melaksanakan program kerja yang sudah disusun sebelumnya. Antara lain, membuat program latihan di sekolah dalam rangka mengenalkan cabor dansa pada para pelajar.

“Hal itu kita lakukan dalam rangka mencari bibit baru yang akan jadi andalan pada masa mendatang. Kemudian, kita juga merencanakan untuk menggelar kejuaraan rutin. Minimal, kejuaraan di level kabupaten,” katanya, usai pelantikan.

Pengurus IODI Grobogan masa bhakti 2019-2023 dilantik oleh Ketua IODI Jateng Evi Liana Dewi, Senin (9/12/2019). (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Dengan serangkaian program kerja yang sudah disiapkan, Dodiet optimis, cabor dansa akan mengalami kemajuan dan peningkatan prestasi. Targetnya, dalam Porprov 2022 mendatang, atlit dansa Grobogan sudah bisa menyumbang medali.

“Saat ini, kita sudah ada beberapa atlit yang punya potensi. Kita targetkan, pada Porprov 2022 nanti, mereka sudah bisa dapat prestasi. Dalam Porprov 2022, cabor dansa kayaknya sudah resmi dipertandingkan,” imbuhnya.

Kabid Organisasi Pengprov IODI Jateng Susanto Dony Gurni Artanto mengatakan olahraga ini memang belum banyak dikenal di daerah-daerah. Padahal, lanjutnya, banyak komunitas-komunitas yang sudah menggeluti olahraga dansa tersebut.

“Olahraga ini dulunya dikenal oleh kalangan menengah ke atas. Kami ingin mengubah paradigma itu. Ada satu nomor dansa yang benar-benar digemari anak-anak remaja, yakni Breaking yang dulunya dikenal dengan nama Breakdance,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...