Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jelang Pilkades, Sabhara Polres Pati Sita Ribuan Miras

MURIANEWS.com, Pati – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Sabhara Polres Pati bergerak cepat untuk merazia peredaran minuman keras (miras). Hal itu untuk mengantisipasi agar pelaksanaan pilkades berjalan secara kondusif.

Kapolres Pati AKBP AKBP Bambang Yudhantara Salamun melalui Kasat Sabraha AKP Sugino mengatakan, razia peredaran miras ini rutin dilakulan untuk cipta kondisi. Apalagi, sebentar lagi ada pesta demokrasi tingkat desa.

“Kami menyasar di berbagai wilayah, termasuk di desa yang akan melangsungkan pilkades. Hasilnya cukup banyak. Dalam satu malam, kami berhasil menyita ratusan botol miras dari berbagai merek. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 3.000-an botol miras yang kami sita,” katanya, Minggu (8/12/2019).

Selain cipta kondisi menjelang pilkades, pihaknya juga mengatakan, razia itu agar pada pelaksanaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 tidak diisi dengan pesta miras. Apalagi, ada banyak toko yang menjual miras ini secara ilegal.

Tercatat, sampai saat ini sudah ada 40 toko penjual miras yang dirazia olehnya.

“Dari 40 toko itu, setidaknya sudah ada 15 penjual yang kami sidangkan. Rata-rata mereka dikenai denda minimal Rp 1,5 juta dan maksimal di angka Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Dia menegaskan, untuk razia itu memang sudah dilakukan hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Pati. Dipetakan pula, ada beberapa kecamatan yang menjadi kantong peredaran miras tanpa izin.

“Untuk wilayah utara ada di Kecamatan Tayu, Cluwak dan Dukuhseti. Sedangkan di wilayah selatan adalah di Kecamatan Gabus, Sukolilo, Winong dan Tambakromo,” terangnya.

Sedangkan untuk wilayah Pati Kota sendiri, diakuinya hampir merata menjadi peredaran miras ilegal. Bahkan di masing-masing desa, semuanya disinyalir juga ada peredaran miras tak berizin.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...