Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dinas Kesehatan Klaim Kudus Bebas Leptospirosis

MURIANEWS.com, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengklaim jika tahun ini, Kabupaten Kudus terbebas dari penyakit leptospirosis atau kencing tikus. Setelah pada tahun 2018, Kabupaten Kudus memiliki satu kasus pada penyakit tersebut.

Penyakit kencing tikus sendiri disebabkan oleh bakteri Leptospira yang hidup dan berkembang biak di dalam ginjal tikus. Dalam perjalanan penyakitnya, bakteri ini menginfeksi manusia melalui luka terbuka atau makanan yang terkontaminasi dengan kencing tikus.

“Untuk tahun 2019, sampai saat ini tidak ada kasus leptospirosis,” ucap Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto.

Nuryanto menjelaskan, untuk Kabupaten Kudus sendiri bukanlah endemik asli dari penyakit tersebut. Satu kasus yang terjadi di tahun lalu juga bukan berasal dari Kabupaten Kudus. Melainkan dari Kabupaten Demak.

Angka ini tergolong turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai satu kasus. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tahun 2018, kasus leptospirosis menimpa seorang pegawai jasa transportasi yang bekerja di Kabupaten Demak.

Hanya, lanjutnya, individu yang terkena merupakan warga Kota Kretek. Pengobatannya juga dilakukan di Kabupaten Kudus. Hingga rekam medisnya terekam masuk pada rekam medis Kabupaten Kudus.

“Kasusnya sangat jarang,” katanya.

Walau demikian, pihaknya tetap mewanti-wanti masyarakat agar tetap menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan. Terutama pada seputaran tempat tinggal ataupun rumah. Mengingat penyakit tersebut  kerap muncul saat musim penghujan seperti sekarang.

“Tentunya tetap menjaga kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi, genangan-genangan juga diupayakan tidak ada,” ucapnya.

Banyaknya genangan yang terjadi saat musim hujan, lanjutnya, akan berpotensi menjadi media transmisi penyakit kencing tikus. Utamanya, genangan di kawasan persawahan dan bantaran sungai yang banyak dijadikan sebagai tempat perkembangbiakan tikus.

Sedang untuk gejala, penyakit yang menyerang organ hati dan ginjal ini memiliki gejala demam tinggi hingga mencapai 40 derajat celcius. Disertai dengan menggigil, nyeri, mual – muntah dan sakit kepala.

“Gejalanya memang tidak cukup spesifik. Untuk itu diagnosanya harus ditunjang dengan uji urin dan darah,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...