Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Monumen Jepara Nol Kilometer Jadi Ikon Baru Kota Jepara

0 2.440

MURIANEWS.com, Jepara – Pemkab Jepara selesai membangun sebuah monumen di Jalan Kartini. Monumen tersebut bernama monumen ‘Jepara O Km’ merupakan bangunan tetenger untuk titik O Km di Kota Jepara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jepara Arif Bahtiar menyatakan, pembangunan monumen ini dimaksudkan untuk menjadikan kawasan ini dikenal masyarakat. Lebih jauh diharapkan nantinya monumen ini bisa menjadi sebuah ikon baru bagi kota Jepara.

Monumen ini dibangun menggunakan dana APBD Jepara 2019. Nilai anggaran yang digunakan Rp 40 juta. Bangunan ini baru saja selesai dibangun, dan belum ada rencana apakah akan dilakukan acara peresmian atau tidak.

“Kota Jepara kami harapkan bisa memiliki ikon baru dengan adanya monument ‘Jepara O KM’ ini. Sehingga bisa memberi keindahan kota,” ujar Arif Bahtiar, Jumat (6/12/2019).

Monumen ini sendiri berada di Jalan Kartini Jepara, masuk wilayah Kelurahan Panggang, Jepara. Uniknya, monumen ini berada tepat di depan rumah warga. Pemilik rumah tersebut diketahui bernama Agus Putranto.

Pada awalnya diakui oleh Arif Bahtiar, pembangunan monumen ini sempat mendapatkan keberatan dari pemilik rumah. Namun setelah diajak berembug, dan dijelaskan, akhirnya yang bersangkutan bisa menerimanya.

“Jadi bangunannya tetap kami bangun di atas lahan pemerintah, atau di atas lahan trotoar. Sekarang malah menjadikan rumah Pak Agus Putranto jadi unik. Alamatnya Jalan Kartini Jepara, O Km, dan pasti akan banyak diketahui orang,” ujar Arif Bahtiar sambil terkekeh.

Bentuk bangunan monumen ‘Jepara O KM’ sendiri berbentuk relief ukiran Jepara. Di kanan dan kiri dibangun tembok artistik. Warna merah dan hitam mendominasi monumen ini. Sementara pancang KM 0 yang asli tetap berada di pinggir trotoar jalan dengan warna kuning.

Warga masyarakat tetap bisa berjalan di sisi depan monumen yang masih diperuntukan sebagai trotoar jalan. Dalam beberapa hari ini, warga masyarakat sudah mulai menggunakan monumen ini sebagai foto stage untuk berswafoto.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.