Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jepara Masih Butuh 40 Ribu Rumah untuk Warganya

MURIANEWS.com, Jepara – Sebagai daerah yang terus berkembang, Kabupaten Jepara memilki beberapa kebutuhan yang harus disediakan. Salah satunya adalah kebutuhan mengenai ketersediaan perumahan bagi masyarakatnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara Ashar Ekanto menyatakan, masih memerlukan data-data valid terkait dengan kebutuhan perumahan ini. Namun demikian ada perhitungan yang bisa digunakan.

Jika penduduk Jepara saat ini diperkirakan mencapai 1,2 juta jiwa maka hitungan idealnya, dibutuhkan sekitar 300 ribu unit rumah. Jumlah ini dihitung dengan asumsi satu kepala keluarga (KK) terdiri dari 4 orang.

Sedangkan saat ini di Kabupaten Jepara sendiri sudah ada sekitar 260 ribu rumah. Jumlah ini sesuai dengan data yang ada di Disperkim Jepara. Sehingga dengan demikian Jepara membutuhkan sekitar 40 ribu rumah baru untuk warganya.

“Disperkim merupakan OPD (organisasi perangkat daerah) baru. Saat ini kami masih terus mengumpulkan data-data mengenai masalah pemukiman dan perumahan. Namun untuk kebutuhan rumah, dengan hitungan tadi angkanya mencapai sekitar 40 ribu unit,” ujar Ashar Ekanto, Rabu (4/12/2019).

Jumlah itu merupakan kebutuhan yang harus bisa disediakan. Beberapa program saat ini sudah dilaksanakan pemerintah.

Di antaranya adalah dengan pembangunan perumahan bersubsidi. Di luar itu juga ada perumahan khusus, seperti perumahan untuk nelayan.

Di Jepara untuk perumahan khusus nelayan sudah ada di Kedung Malang. Saat ini perumahan tersebut juga sudah ditempati. Perumahan nelayan di Kedung Malang, merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

“Untuk selanjutnya kami akan menjalankan program-program pembangunan perumahan yang digulirkan dari pemerintah pusat. Diantaranya perumahan bersubsidi berbasis komunitas,” tambah Ashar Ekanto.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...