Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Wajib Rampung 10 Desember, Dinas PUPR Minta Rekanan Kebut Pengerjaan Drainase

MURIANEWS.com, Kudus –  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus meminta pada para penyedia jasa untuk melakukan akselerasi atau percepatan pekerjaan proyek drainase yang dibiayai APBD murni.  Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan meminta semua selesai selambat-lambatnya 10 Desember mendatang.

Sementara untuk kegiatan pembiayaannya melalui APBD Perubahan, Bantuan Gubernur (Bangub) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), akan diberikan kesempatan hingga 20 Desember mendatang.

Kabid Tata Bangunan dan Drainase pada Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo,  mengatakan, beberapa proyek APBD murni  sebenarnya memiliki masa akhir kontrak pekerjaan  hingga 20 Desember mendatang. Hanya, karena ada proses administrasi keuangan, penyelesaiannya diharapkan rampung lebih awal.

“Kami minta rekanan segera berakselerasi, sehingga pengajuan administrasi keuangan dapat dilakukan paling lambat 10 Desember,” ucapnya.

Seperti diketahui Pembangunan 35 drainase baru di sejumlah titik di Kabupaten Kudus, terus dikebut pihak rekanan dan pekerja. Hingga akhir November lalu, sudah ada sebelas titik yang rampung digarap. Sedang lainnya tengah dikebut pengerjaannya dengan progres yang bervariasi.

Kebanyakan yang telah rampung adalah pengerjaan drainase dengan pengadaan langsung. Diantaranya pada jalan Dawe-Soco, Jalan Panjang-Peganjaran, Jalan Panjang-Karangsambung, Jalan Karangbener-Dau, Jalan Hadiwarno-Golantepus.

Yang paling mencapai seratus persen adalah pengerjaan drainase di jalan Padurenan-Dukuh Lau, Dawe-Soco, Winong-Padurenan, Besito-Jurang, Bulungkulon-Karangrowo, jalan Ganesha I, SMA 1 Bae-Megawon, Winong-Getasrabi.

Untuk  sebelas proyek lainnya, seperti pada Pedawang-Dersalam, jalan Kesambi-Bulungcangkring, jalan UMK-Gondangmanis, dan jalan Dersalam-UMK, baru rampung sekitar 60 persen hingga 80 persen.

Sedangkan, lima proyek lainnya masih berkutat di bawah 50 persen. Di antaranya jalan Lingkar Selatan-Setrokalangan (30 persen), jalan Mejobo-Kirig (50 persen), jalan Kirig-Temulus (40 persen), jalan Mijen-Lingkar Selatan (50 persen), dan jalan Loram Wetan (50 persen).

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...