Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Terdakwa Penyuap Bupati Kudus Minta Keringanan Hukuman

0 386

MURIANEWS.com, Semarang – Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkup Pemkab Kudus, yang merupakan Plt Sekretaris DPPKAD Kudus Akhmad Shofian, meminta hakim memberi keringan hukuman pada dirinya. Alasannya, ia tak punya niat menyuap Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil untuk menaikkan jabatanya.

Permintaan ini disampaikan Shofian saat membacakan pledoi atau jawaban atas kasus yang menimpanya di depan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (2/12/2019).

Shofian menyebut, jika pernyataanya kepada ajudan bupati Kudus Uka Wisnu Sejati tentang kenaikan jabatan hanyalah sebatas omongan belaka. Ia beralasan, tak ada keinginan untuk mendekati bupati agar bisa dipromosikan.

“Apalagi maksud ingin memberikan sejumlah uang untuk mempermudah kenaikan jabatan saya,” ucapnya dalam persidangan.

Apalagi menurutnya, berdasarkan usia dan kompetensi yang dimilikinya ia yakin dan siap untuk dipromosikan. Meskipun tanpa embel-embel suap.

”Pembicaraan lanjutan mengenai hal itu juga tak pernah terjado. Pembicaraan saat itu terjadi di bulan Oktober 2018 saja,” jelasnya.

Alasan lain yang diajukan Shofian agar hakim memberi keringanan hukuman adalah sejak awal ia tak menyiapkan uang untuk menyuap Tamzil.

Menurutnya, ia terpaksa mengambil sejumlah pinjaman kepada beberapa pihak saat diminta untuk memberikan uang oleh Uka dengan mengatasnamakan Tamzil.

“Di antaranya saya utang pada salah satu bank swasta dan teman saya Putut Winarno. Saya juga menjual sejumlah mobil saya,” akunya.

Shofian juga mengaku terpaksa memenuhi permintaan sejumlah uang itu sebanyak tiga kali. Yakni pada bulan Febuari, Juni, dan Juli 2019. Dengan nominal sama yakni Rp 250 juta.

“Karena mengatasnamakan Bapak (Tamzil) dan saya percaya pada teman lama saya Uka Wisnu, saya mau tidak mau harus menurutinya,” terangnya.

Atas pertimbangan itulah, Akhmad Shofian meminta keringanan dari pihak JPU dan hakim soal hukumannya.

Selain berbagai pertimbangan tersebut, Shofian juga berharap hakim mempertimbangkan kondisi keluarganya yang sekarang.

“Saya masih berharap ada keadilan di negeri ini. Dari hati yang paling dalam saya mohon dengan sangat,” terangnya.

Baca: Terdakwa Penyuap Bupati Tamzil Dituntut Tiga Tahun Penjara

Seperti diketahui, JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Akhmad Shofian dengan tuntutan tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 150 juta atau kurungan pidana selama enam bulan.

Shofian dianggap telah bersalah secara sah, atas perbuatan memberikan uang senilai Rp 750 juta kepada Tamzil melalui ajudan dan staf khususnya, Uka Wisnu Sejati dan Agus Soeranto. Tujuannya, untuk melancarkan promosi jabatannya dan istrinya Rini Kartika Hadi di Pemkab Kudus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.