Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sosialisasikan Empat Pilar, Gus Rojih: Semangat Kebangsaan Harus Ditumbuhkan

134

MURIANEWS.com, Jepara – Semangat kebangsaan yang dinafasi oleh nilai dan tradisi pesantren dapat menjadi modal dan model untuk menguatkan karakter kebangsaan bagi generasi muda. Khususnya di kalangan para santri, semangat kebangsaan harus ditumbuhkan.

Anggota MPR RI, Gus Rojih Ubab Maemoen Zubair menyatakan hal ini disela-sela kegiatannya melakukan sosialisasii Sosialisasi 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika , NKRI, dan UUD 1945 di Jepara, Minggu (1/12/2019).

Gus Rojih, sendiri dalam kunjungannya di Jepara, hadir di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jepara. Menurutnya, trasdisi pesantren yang menampilkan wajah Islam yang tawassuth (memilih jalan tengah), tasamuh (toleran), dan tawazun (menjaga keseimbangan).

Tradisi tersebut juga bisa  membentuk sikap dan karakter santri yang inklusif dan  akomodatif, toleran dan menerima UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai final. Melalui pesantren, Islam dapat dihadirkan sebagai agama yang cinta damai, menghargai perbedaan, dan meletakkan perbedaan sebagai rahmat.

“Tradisi-tradisi yang ada di Pesantren, sangat mendukung bagi pemahaman mengenai empat pilar kebangsaan. Para santri harus diberikan pemahaman ini, karena mereka semua memang bagian dari NKRI yang kita cintai ini,” ujarnya Minggu (1/12/2019).

Selain itu, pemahaman yang benar terkait Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 di kalangan santri akan sangat penting. Terutama dalam usaha menangkal paham Radikalisme yang akhir-akhir ini berkembang.

Paham radikalisme saat ini memang menjadi perhatian besar Pemerintah Indonesia. Karena itu pemahaman-pemahaman mengenai kebangsaan harus terus disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran dalam berbangsa dan bernegara dalam lingkup NKRI harus ditumbuhkan .

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.