Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Seribu Ingkung Ayam Ramaikan ‘Liburan Bersama’ Warga Kendeng Sidialit di Pinggir Kali

0 242

MURIANEWS.com, Jepara– Masyarakat desa Kendeng Sidi Alit, Welahan, Jepara, kembali menggelar tradisi akbar, Minggu (1/12/2019). Mereka menggelar tradisi sedekah bumi dengan acara makan bersama. Sebanyak seribu ingkung ayam dan aneka jajan tradisional pun dimakan beramai-ramai di pinggiran Kali Anyar (SWD 2).

Dari pantauan lapangan, ribuan warga Kendeng Sidi Alit berbondong-bondong menuju ke tanggul Kali Anyar, yang berada di pinggiran desa. Selain membawa boneka jerami beraneka bentuk mereka juga menenteng ingkung ayam dan nasi. Tidak lupa mereka juga membawa makanan dan minuman untuk masing-masing keluarga.

Arak-arakan warga dimulai dari depan Balai Desa menyusuri jalan desa kemudian menuju ke selatan desa. Melewati persawahan dan akhirnya menempati bagian dari tanggul Kali Anyar. Di tempat ini, semua bekal dibuka, dijajar untuk kemudian didoakan dan disantap bersama.

Petinggi Desa Kendeng Sidi Alit Kahono Wibowo menyatakan bangga dengan kemauan warganya. Tradisi ini akan terus dijaga dan dilestarikan. Tradisi desa akan terus dilesatarikan sebagai bekal untuk membangun desa.

Sejak 21 November lalu, desanya memang menggelar sebuah kegiatan akbar melibatkan warga desa. Kegiatan tersebut adalah ‘Gelar Budaya, Niti Budoyo Noto Desa’. Ada beberapa kegiatan yang digelar, salah satunya adalah kirab seribu ingkung yang digelar pada Minggu (1/12/2019).

Sejumlah warga menikmati kirab di Desa Kendeng Sidi Alit. (MURIANEWS.com/Budi Erje)

 

Kegiatan lainya adalah kegiatan Napak Tilas Situs Desa, Pengajian Akbar dan Panggung Rakyat, yang sudah dilaksanakan. Sedangkan yang akan masih digelar adalah acara sarasehan dan dialog (2-3 Desember), Kirab Gunungan (4 Desember) dan Pagelaran Wayang Kulit  5 dalang 5 panggung dalam satu cerita (5 Desember).

“Semua ini sebagai wujud syukur kami kepada Tuhan yang Maha Kuasa, atas rejeki dan berkah yang telah diberikan kepada kami. Selain itu juga untuk mempererat silahturahmi, kerukunan, kekeluargaan dan persatuan warga desa,” ujar Kahono Wibowo.

Pada acara Kirab Seribu Ingkung ini, Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat Propinsi Jawa Tengah, Gunawan menyatakan sangat takjub melihat kebersamaan warga. Tradisi-tradisi yang ada di masing-masing wilayah menurutnya merupakan modal kuat untuk membangun Jawa Tengah.

Tradisi-tradisi seperti ini memang harus dilestarikan untuk memperkokoh budaya masyarakat. Melalui tradisi-tradisi tersebut ada banyak pesan moral yang bisa digunakan untuk mendorong masyarakat bisa lebih intens berpartisipasi dalam pembangunan.

“Kami kira apa yang dilakukan di Kendeng Sidi Alit ini juga bisa dilakukan di banyak wilayah lain di Jawa Tengah. Proses pembangunan juga memerlukan sebuha budaya yang baik, yang bisa mendukung proses pembangunan itu sendiri,” Ujar Gunawan yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Minggu (1/12/2019).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.