Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Edarkan Pil Ilegal, Pemuda 21 Tahun di Kudus Diringkus Polisi

0 772

MURIANEWS.com, Kudus –  Satres Narkoba Polres Kudus berhasil mengamankan JN (21) seorang pengedar sekaligus pengguna obat terlarang berupa pil ilegal di Kecamatan Kaliwungu, Kudus. JN ditangkap usai Satres Narkoba menangkap seorang konsumennya, AG di seputaran Desa Prambatan, 14 November lalu.

Kasat Narkoba Polres Kudus Iptu Sucipto mengatakan, dari tangan pelaku JN, pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya delapan bungkus plastik klip berisi butir pil jenis obat warna putih berlogo Y.

“Satu bungkus berisi butir yang dimasukkan ke bungkus rokok,” ucapnya Minggu (1/12/2019)

Kemudian ada empat bungkus plastik klip berisi butir pil jenis obat warna putih berlogo Y. Yang juga berisi sepuluh butir di tiap klipya. Pil tersebut juga dimasukkan ke bungkus rokok yang dia amankan di kediamannya di Kecamatan Kaliwungu Kudus.

“Kami juga mengamankan uang transaksi dan sebuah alat komunikasi,” lanjutnya.

Untuk kronologi penangkapan, Sucipto menjelaskan jika pihaknya terlebih dulu menangkap AG yang kedapatan membawa delapan bungkus plastik klip berisi butir pil jenis obat warna putih berlogo Y tersebut. AG berhasil dijaring saat pihaknya melakukan patroli di sepututaran Desa Pramabatan Lor, Kudus.

“AG kami amankan saat kami sedang patroli di seputaran jalan tersebut,” ucapnya.

Setelah dimintai keterangan, AG kemudian mengaku jika mendapatkan barang terlarang tersebut dari seorang JN. Berbekal informasi dari AG, Satres Narkoba kemudian mencoba menelusuri jejak JN. Tak butuh wakt u lama, JN pun kemudian diamankan di kediaman rumahnya.

“Dalam penangkapan tersebut ditemukanlah sejumlah barang bukti tersebut,” katanya.

JN pun kini tengah dalam pemeriksaan Polres Kudus. Mereka diduga telah diduga menjual  ataupun mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.

Sedang pasal yang dibebankan adalah Pasal 197 atau Pasal 196 tentang Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.  Yang berisi Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.

“Akan dikenakan pidana paling lama 15 tahun penjara,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.