Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Galian C Ilegal di Desa Klumpit Resmi Ditutup

0 216

MURIANEWS.com, Kudus – Galian C ilegal di Desa Klumpit, Gebog, Kudus, diresakahkan oleh warga setempat akhirnya ditutup. Keputusan tersebut diambil setelah diadakannya musyawarah antara pihak kepolisian, Satpol PP, masyarakat, dan pengelola, Jumat (29/11/2019) malam.

“Semalam sudah dilakukan audiensi dan sosialisasi terkait hal ini,” kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto.

Selain keputusan menutup lokasi tambang, hasil musyawarah juga meminta pengelola tambang untuk memperbaiki lingkungan yang rusak akibat kegiatan operasional tambang. Lubang bekas tambang juga diminta untuk ditutup kembali. Serta alat berat diminta untuk tidak beroperasi lagi.

“Kemudian para penambang akan kami mintai keterangan soal ini,” tambahnya.

Pihaknya pun akan mengawasi segala aktivitas yang ada di galian tersebut. Hal tersebut karena masyarakat telah sepakat untuk menutup dan memberhentikan galian yang semakin meresahkan masyarakat. “Masyarakat kami harapkan untuk turut mengawasi juga,” lanjutnya.

Sedang untuk pengelola dan para penambang, Rismanto mengharapkan agar segera mencari jalan keluar untuk menutup tanah bekas galian. Dengan harapan, tanah tersebut bisa produktif kembali.

“Sehingga tidak menimbulkan masalah lain,” terangnya.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus Djati Sholekhah menyebut hingga kini, hanya ada empat lokasi galian C yang dilegalkan dan diizinkan aktifitasnya. Yaitu Desa Tanjungrejo, Desa Rejosari, Desa Wonosoco, dan Desa Gondoharum.

Dengan landasan hukum, Perda Kabupateb Kudus nomor 16 Tahun 2012 tentang RT,RW Kabupaten Kudus Tahun 2012 -2032. Yakni dalam pasal 57 yang berisi kawasan peruntukan pertambangan di Kudus.

“Ijin usaha pertambangan (IUP)di berikan oleh Gubernur setelah mendapatkan rekomendasi dari Bupati dan walikota,” lanjutnya.

Dari kasus ini, pihaknya berharap para penambang dan pengelola bisa mematuhi perjanjian hasil musyawarah. Dengan tujuan agar tidak ada lagi masalah dalam hal ini. “Semua pihak sudah sepakat, mari dilaksanakan bersama,” terangnya.

Seperti diketahui, Galian C ilegal di Desa Klumpit, Gebog, Kudus, belakangan ini mulai diresakahkan oleh warga setempat. Selain karena menimbulkan polusi udara akibat tanah yang bececeran, truk juga dinilai merusak lahan.

Wahyu Utomo, salah satu warga desa tersebut menyebut jika warga mulai tidak betah dan resah karena adanya penambangan tanah yang diduga ilegal tersebut. Terutama saat puluhan truk melintas secara bersamaan di pemukiman warga dan menyebabkan polusi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.