Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Damkar Jepara Tangani 15 Sarang Tawon Vespa yang Membahayakan

0 275

MURIANEWS.com, Jepara – Tugas pemadam kebakaran di Jepara ternyata tidak hanya melulu memadamkan kebakaran. Namun ada tugas-tugas lain yang juga harus ditanganinya. Salah satunya adalah mengevakuasi sarang tawon Vespa Affinis atau tawon ndas yang membahayakan.

Kepala Bidang Damkar di Satpol PP Jepara Surana menyatakan, sepanjang 2019 pihaknya sudah melakukan 15 kali evakuasi sarang tawon.

Evakuasi sarang tawon dilakukan karena aduan masyarakat yang menganggap keberadaan sarang tawon membahayakan. Semuanya merupakan jenis lebah Vespa Affinis atau masyarakat lebih familiar menyebutnya tawon ndas.

“Belum banyak juga warga yang mengerti jika kami juga melayani penanganan masalah-masalah seperti ini. Untuk mengevakuasi sarang tawon, sudah beberapa kali sebenarnya kami lakukan,” ujar Surana, Jumat (29/11/2019).

Evakuasi terhadap sarang tawon, terakhir dilakukan di Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Jepara dan Desa Wonorejo, Jepara. Evakuasi tersebut dilakukan pada Kamis (27/11/2019) malam. Sarang tawon yang dievakuasi berukuran cukup besar dan memang membahayakan.

Petugas damkar mengevakuasi sarang tawon vespa di rumah warga. (MURIANEWS.com/Budi Erje)

Sedangkan pada Jumat (29/11/2019), pihaknya bahkan sudah mendapatkan permintaan untuk mengevakuasi sarang tawon di Desa Pelang, Kecamatan Mayong. Karena sudah membesar, sarang tawon ini dilaporkan sudah menimbulkan kekhawatiran warga.

“Kalau memang sudah membahayakan warga, ya lebih baik dievakuasi. Tawon jenis seperti itu kalau menyengat memang membahayakan,” ujar Surana lagi.

Tawon ndas memang merupakan serangga yang biasa hidup di daerah tropis termasuk Indonesia. Di sekitaran wilayah pantai utara Jawa, tawon ndas biasanya membangun sarang di kayu bagian rumah masyarakat.

Dibanding lebah madu, tawon ndas memiliki ukuran lebih besar. Ada warna kuning di bagian perutnya, dengan sayap yang lebh panjang.

Sengatannya menimbulkan rasa sakit hebat dan bisa menimbulkan bengkak. Pada manusia, tawon ini sering menyengat pada bagian kepala. Sehingga lebah jenis ini, di masyarakat akhirnya sering disebut sebagai tawon ndas (kepala).

Baca: Banyak Korban Jiwa, Ganjar Perintahkan Daerah Patroli Tawon Vespa

Beberapa orang di berbagai daerah di Jawa Tengah dilaporkan kehilangan nyawa akibat disengat tawon ini. Oleh karenanya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan patroli tawon Vespa ini.

Kabupaten yang paling parah terkena serangan tawon endhas adalah Klaten. Tercatat, sejak 2016, laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus.

Dari jumlah itu, 10 orang tewas akibat sengatan tawon itu. Sementara di Pemalang, telah 9 korban meninggal sejak 2018.

”Tindakan paling gampang sekarang harus ada patroli. Saya siap menerjunkan tim untuk membantu jika dibutuhkan,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.