Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perangi Money Politic, Bawaslu Launching Buku Dibalik Pemilu 2019

0 43

MURIANEWS.com, Kudus – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus menggelar ngaji bareng sekaligus launching buku “Dibalik Pemilu 2019” di halaman kantor Bawaslu Kudus. Kegiatan ini sebagai rangkaian sosialisasi partisipatif Bawaslu kepada masyarakat tentang pentingnya demokrasi yang sehat tanpa money politics.

“Setelah kemarin kita launching Desa Anti Politik Uang dan Desa Pengawasan, kami adakan parade rebana dan gelar budaya untuk tujuan yang sama, yakni menumbuhkan kesadaran masyarakat agar berdemokrasi secara baik dan sehat,” jelasnya, saat membuka acara, Kamis (28/11/2019) malam.

Ia mengatakan, meskipun susah, Bawaslu akan terus mengupayakan agar politik uang hilang di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan membentuk tiga desa anti money politic di Desa Jekulo, Desa Lau, dan Desa Piji.

Selain itu juga membentuk desa pengawasan Pemilu di Desa Papringan, Desa Kaliputu, dan Desa Japan. Berbagai komunitas digandeng untuk diberikan wawasan tentang demokrasi dan diajak melakukan pengawasan Pemilu yang ada di Kudus.

“Kami terus berupaya mewujudkan Pemilu yang Luber Jurdil tanpa politik uang. Kami akan menggandeng masyarakat untuk ikut mengawasi partisipasi aktif Pemilu. Pada akhirnya, semuanya dilakukan untuk masyarakat sendiri,” ucapnya.

Sedangkan launching buku “Di Balik Pemilu 2019” dimaksudkan untuk mengabadikan kinerja pengawasan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan. Pihaknya mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak baik Bawaslu Jateng, Pemkab Kudus, Polres, maupun Kodim yang membantu kelancaran pembuatan buku dan terselenggaranya Pemilu yang kondusif.

“Semoga buku ini memberi gambaran bagaimana pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Kudus berjalan,” harapnya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyambut baik kegiatan tersebut. Hartopo mengimbau agar Bawaslu selalu mengajak masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang bersih dengan meminimalisir sedikit demi sedikit.

Masyarakat harus diberikan pengertian bahwa uang yang tak seberapa tersebut menentukan nasib bangsa selama lima tahun. “Politik uang telah membudaya dan susah untuk menghilangkannya. Masyakarat harus selalu diberi pengertian bahwa uang yang diberikan dan habis dalam sehari tersebut akan menentukan bangsa selama lima tahun,” tambahnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.