Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banyak Korban Jiwa, Ganjar Perintahkan Daerah Patroli Tawon Vespa

0 509

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintah pemerintah kabupaten/kota menggiatkan patroli untuk menekan teror tawon Vespa Affinis atau tawon endhas. Pasalnya, sudah banyak korban jatuh akibat sengatan tawon ini.

Kabupaten yang paling parah terkena serangan tawon endhas adalah Klaten. Tercatat, sejak 2016, laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus.

Dari jumlah itu, 10 orang tewas akibat sengatan tawon itu. Sementara di Pemalang, telah 9 korban meninggal sejak 2018.

Selain di Klaten dan Pemalang, tawon endhas juga meresahkan warga Kudus, Sukoharjo dan Boyolali.

Dalam satu tahun ini di Kudus terdapat belasan kasus. Sementara di Sukoharjo sebanyak 400 sarang telah dimusnahkan dalam satu tahun ini.

Beberapa tawon Vespa atau tawon endhas yang mati saat proses evakuasi dari rumah warga. (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji)

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir di Boyolali setiap malam ada dua atau tiga permintaan ke BPBD untuk memusnahkan sarang tawon tersebut.

Ganjar menyebut, langkah pencegahan pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan patroli di daerah-daerah yang terindikasi jadi sarang tawon tersebut.

“Tindakan paling gampang sekarang harus ada patroli. Dan saya coba kontak dengan bupati agar ada patroli, tawon-tawon ini ada di mana dan apa yang terjadi,” kata Ganjar, Kamis (28/11/2019).

Ia menyebut, pihaknya pun siap menerjunkan tim untuk membantu, jika pemerintah kabupaten/kota mulai kewalahan. Namun Ganjar menegaskan agar Pemkab terlebih dulu gerak cepat mengatasi teror tersebut agar masyarakat tidak semakin resah.

“Saya butuh dari inisiatif dari pemkab. Kalaulah kemudian diperlukan dari kita, kita siap turun tangan. Beberapa dinas sudah saya sampaikan  secara lisan mereka siap membantu. Tapi belum ada permintaan,” terangnya.

Gerak cepat tersebut minimal dengan menetapkan apakah kondisi sudah darurat atau belum. Dengan penetapan kondisi tersebut, pihak-pihak lain baru bisa turut terjun membantu termasuk pada ilmuan.

Yang di Klaten misalnya, Ganjar mengatakan ilmuan dari Universitas Gajah Mada (UGM) siap turun membantu. ”Beberapa ilmuan juga ingin menghubungkan pemkab dengan ahli biologi di UGM untuk mencari sumbernya dan bagaimana menangani itu,” katanya.

Baca: Khawatir Sengat Warga, Sarang Tawon Jenis Vespa Affinis di Kudus Dievakuasi Petugas

Sementara di Kabupaten Kudus, petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Kudus dalam beberapa hari terakhir juga kebanjiran laporan sarang tawon endhas ini. Bahkan menurut Komandan Regu Unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kudus Sofyan Noor, dalam sehari bisa mencapai tiga laporan.

Pihaknya mencatat selama November 2019 hingga kini sudah ada 15 laporan warga terkait tentang keberadaan tawon endas ini.

Dari sekian laporan, mayoritas keberadaan tawon berada di permukiman warga. Keberadaan sarang tawon vespa ini berada di atap rumah-rumah milik warga.

“Kebanyakan tawon Vespa tersebut berada di permukiman warga. Sehingga ketika dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan akan menyengat warga sekitar,” jelasnya.

Hingga kini belum ada korban jiwa akibat tersengat tawon Vespa di Kudus. Meskipun demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk penanganan sejak dini.

“Misalnya ada sarang tawon yang masih sedikit atau kecil untuk segera dievakuasi. Sehingga keberadaan sarang tawon itu tidak bertambah besar dan banyak,” ungkapnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.