Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Jateng Ada 1.647 Ruang Kelas Rusak, Pemprov Siapkan Dana Rp 289,9 Miliar

0 79

MURIANEWS.com, Semarang – Ambruknya aula SMKN 1 Miri Sragen hingga menyebabkan 22 siswa terluka beberapa hari lalu membuat Pemprov Jateng bergerak cepat melakukan pendataan sekolah rusak. Hasilnya, sebanyak 1.647 ruang kelas di provinsi ini tercatat mengalami kerusakan.

Jumlah itu yang tercatat untuk SMA/SMK/SLB negeri saja, yang menjadi kewenangan Pemprov Jateng. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng memastikan akan segera memperbaiki ribuan ruang kelas rusak itu, agar kasus SMKN 1 Miri tak terulang.

“Setelah kasus SMKN 1 Miri, kami memberi edaran ke setiap kepala SMA/SMK/SLB negeri untuk melakukan pendataan. Hasilnya ada 1.647 ruangan rusak berat,” kata Kepala Disdikbud Jateng Jumeri, Rabu (27/11/2019).

Ia menyebut, sekolah yang menjadi kewenangan Pemprov Jateng ada sebanyak 634 sekolah. Dari jumlah itu, kerusakan paling banyak ditemui di SMK negeri.

Jumeri merinci, untuk SMK negeri dengan jumlah 235 sekolah, ruang kelas yang mengalami kerusakan berat sebanyak 1.432 ruang. Sementara untuk SMA negeri, dari total 360 sekolah, terdapat ruangan yang rusak berat sebanyak 177, dan SLB negeri dengan total sekolah 39, sebanyak 38 ruangan mengalami rusak berat.

Untuk menindaklanjuti hal ini Pemprov Jateng akan mengucurkan dana sebesar Rp 289,9 miliar untuk melakukan perbaikan di tahun 2020.

“Nantinya, anggaran yang telah disediakan tahun depan itu akan diprioritaskan dalam perbaikan sekolah-sekolah yang mengalami rusak berat,” ujarnya.

Selain ruang kelas yang mengalami kerusakan berat, ruang kelas yang rusak ringan jumlahnya juga tak kalah banyak. Kali ini jumlah terbanyak berada pada SMA negeri.

Tercatat ada 3.881 ruang kelas yang rusak ringan. Sementara di SMK ada 1.397 ruangan, SLBN ada 403 ruangan. Sementara ruang kelas yang kondisinya baik dari seluruh SMA/SMK dan SLB negeri di Jateng berjumlah 8.780 ruangan.

Banyaknya ruang kelas yang rusak lanjut Jumeri dikarenakan beberapa faktor. Pertama karena usia bangunan sekolah di Jateng yang cukup tua, sehingga mengalami kerusakan termakan usia.

“Selain itu, banyak sekolah di Jateng yang belum dalam konstruksi tahan gempa, berada di daerah rawan bencana, dan juga salah perencanaan konstruksi saat pembangunan. Persoalan-persoalan itu akan kami jadikan bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan sarpras pendidikan ke depan,” tegasnya.

Pada tahun 2019 lanjut Jumeri, Pemprov Jateng sudah menganggarkan untuk perbaikan sarana prasarana sekolah sebesar Rp 181,2 miliar. Karena banyaknya ruang kelas yang rusak dan keinginan untuk meningkatkan mutu pendidikan, pada 2020 anggaran didongkrak menjadi Rp 289,9 miliar.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.