Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemprov Jateng Luncurkan Silap Online, Aplikasi Pemantau Pendampingan Desa Miskin

0 159

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meluncurkan aplikasi Silap Online, Rabu (27/11/2019). Aplikasi ini digunakan untuk memantau pelaksanaan program pendampingan desa miskin oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di Jateng.

Peluncuran dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, di Gedung Gradhika Bhkati Praja kompleks gubernuran Jalan Pahlawan Semarang. Peluncuran dilakukan di sela-sela Rakor Pemberdayaan Desa Dampingan.

Taj Yasin mengatakan aplikasi ini merupakan sistem pelaporan yang akan digunakan OPD di Jawa Tengah dalam pendampingan desa untuk penanggulangan kemiskinan. Setiap satu OPD dan BUMD di Jateng wajib mendampingi satu desa yang masih berada di garis kemiskinan.

“Terima kasih kepada semua OPD yang dalam waktu singkat dapat merealisasikan program 1 OPD 1 Desa Dampingan. Hari ini kita akan tingkatkan dengan Silap Online, yang akan memudahkan sistem pelaporan pelaksanaan kegiatan desa dampingan,” katanya.

Keberadaan aplikasi silap ini, dirasa wagub penting. Sebab, laporan hasil dampingan dari OPD masih belum maksimal.

Sehingga, belum bisa diketahui secara persis apa capaiannya, wujud capaiannya seperti apa, dan bagaimana imbas bagi masyarakat yang didampingi.

“Belum bisa mengatakan yang saya dampingi (desa miskin) sekarang sudah turun (kemiskinan) sekian persen, yang menerima manfaatnya sekian persen. Maka dengan Silap online yang kita launching, saya berharap tahun depan laporannya akan lebih baik lagi, sehingga kita bisa menilai kinerja kita sudah baik atau belum,” jelasnya.

Gus Yasin itu juga mengingatkan agar OPD di Pemprov Jateng lebih intens bekerja sama dengan OPD kabupaten/kota. Sehingga dapat bergerak bersama untuk mengentaskan kemiskinan lebih cepat.

“Saya berharap program 1 OPD 1 desa Dampingan bisa diadopsi di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini sudah saya sampaikan ke pemerintah pusat dan DPR RI dan mendapat apresiasi,” bebernya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.