Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ancam Sanksi Tak Terapkan Kenaikan UMK, Disnaker Pati Kumpulkan Puluhan Pengusaha

MURIANEWS.com, Pati – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati memanggil 50 pengusaha dan manajeman perusahaan yang ada di Pati, Rabu (27/11/2019). Mereka dipanggil untuk disosialisasikan tentang kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pati 2020 yang telah ditetapakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

Kepala Disnaker Pati Tri Haryama mengatakan, sebenarnya di Pati ada sekitar 600 perusahaan, baik yang sekala besar, menengah maupun kecil. Hanya saja, yang diundang hanya 50 perusahaan. Sedangkan sisanya, rencananya akan didatangi langsung ke perusahaan.

“Sosialisasi kenaikan UMK ini akan terus kami lakukan, sampai akhir Desember tahun ini,” katanya.

Dia menilai, sebagian besar perusahaan memang sudah siap untuk memberikan upaha kepada pekerja sesuai dengan UMK terbaru. Bahkan mereka merasa tidak keberatan.

Sebab, jika perusahaan tidak melaksanakan aturan itu, maka akan dikenakan sanksi. Sementara untuk sanksi yang paling berat adalah pencabutan izin usaha.

“Kalau ada laporan, kami akan mengkaji dulu, apa alasan perusahaan tidak memberika upah sesuai UMK. Misalkan saja ada perusahaan kecil, karyawan baru lima orang. Kalau misalnya dipaksa untuk memberikan upah sesuai UMK, perusahaan tidak kuat sehingga imbasnya karyawan akan dikeluarkan. Ini kan pertimbangan-pertimbangan untuk memberikan sanksi pada perusahaan,” ujarnya.

Baca: Ganjar Imbau Warga Laporkan Pengusaha Tak Patuhi UMK

Ia juga menyebut, perusahaan yang tak kuat menerapkan UMK juga diberi kesempatan untuk mengajukan penangguhan. Tetapi menurutnya, itu pun ada rentan waktunya, yakni selama tiga bulan penangguhan.

“Meskipun penangguhan, tetapi perusahaan selama waktu yang sudah ditentukan, harus membayarkan upah kepada pekerja sesuai dengan UMK terbaru. Intinya sama seperti utang,” terangnya.

Haryama berharap, dengan kenaikan UMK Pati ini, pekerja bisa lebih sejahtera dan mendapatkan hak-haknya sesuai dengan perjanjian kerja.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...