Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Produksi Garam Jepara Melimpah, Harganya Terjun Bebas

MURIANEWS.com, Jepara – Produksi garam di Kabupaten Jepara mengalami lonjakan besar  pada 2019 ini. Kemarau panjang yang terjadi, membuat para petani garam berhasil mencetak garam dalam jumlah besar.

Abdul Lafiq, ketua koperasi petani garam “Tirta Tani”, Panggung, Kedung, Jepara, menyebut melimpahnya produksi garam Jepara membuat harga garam turun drastis. Apalagi momentumnya beriringan dengan adanya kebijakan impor garam yang dibuka pemerintah.

Tahun 2019 ini, produksi garam di Jepara mencapai kurang lebih 61.180 ton. Jumlah ini lebih banyak dibanding produksi tahun 2018 yang mencapai 43.700 ton.

Sementara pada saat yang bersamaan, pemerintah membuka kran impor garam sampai 2,7 ton, pada tahun 2019 ini.

“Harga garam di tingkat petani saat ini hanya mencapai Rp 130 sampai Rp225 setiap kilogramnya. Harga ini jelas tidak menguntungkan kami para petani garam,” ujar Abdul Lafiq, Selasa (26/11/2019).

Total luas lahan garam di Kecamatan Kedung, Jepara saat ini mencapai  kurang lebih 700 hektare. Sedangkan jumlah petani garam yang mengerjakannya mencapai 437 orang.

Pada tahun 2018, dengan jumlah produksi mencapai 43.700 ton membntuk harga di tingkat petani mencapai Rp 700 sampai Rp 800 setiap kilogramnya. Sedangkan pada tahun ini, harga yang terbentuk hanya mencapai Rp 130 sampai Rp 225 setiap kilogramnya.

Jika ditanyakan apakah tahun ini untung atau rugi, maka harus saya katakan tahun ini banyak yang rugi. Paling yang bisa dilakukan adalah menyimpannya di gudang, sambil menunggu harga membaik saat musim hujan,” tambah Abdul Lafiq.

Pada musim hujan nanti, meski sedikit, para petani garam meyakini tetap akan ada kenaikan harga garam di tingkat petani. Kenaikan inilah yang masih ditunggu-tunggu para petani.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...