Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tinggal di Kios Bensin dan Kena Diabetes, Kakek Sebatang Kara Ini Dilarikan ke Rumah Sakit

MURIANEWS.com, Kudus – Sulaiman (70) terpaksa dilarikan ke rumah sakit oleh Pemkab Kudus, Senin (25/11/2019). Kakek sebatang kara yang tinggal di sebuah kios bensin berukuran 2×1 meter di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo di Desa Demangan RT 1/RW 3 itu diketahui mengidap diabetes.

Beberapa bagian tubuhnya bahkan sudah mengalami luka yang cukup parah. Luka-luka tersebut bahkan menimbulkan bau tak sedap. Meski tak begitu menyengat, bau itu tercium saat berada di dekatnya.

Kondisi Sulaiman juga diperparah dengan karena tidak bisa berjualan bensin dengan jenis pertalite lantaran adanya larangan mengkulak pertalite di SPBU. Hal itu ditengarai menjadi sebab tidak bisa berobat.

Lurah Sunggingan Sonhaji mengatakan, meskipun sehari-hari tinggal di kios yang berlokasi di RT 1/RW 3 Desa Demangan, namun secara administrasi, Sulaiman tercatat sebagai warga RT 3/RW 3 Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota.

Ia menjelaskan, Sulaiman dulu memang pernah memiliki keluarga. Ia sempat menikah dengan seorang janda dan tinggal di Sunggingan. Namun setelah istrinya meninggal lima tahun lalu, dirinya tinggal di kios tersebut.

Selama lima tahun itu pula, ia tinggal di kios bensin tersebut. Meski dibujuk beberapa kali untuk kembali ia tidak pernah mau. ”Alasannya banyak. Dia bersikukuh tidak mau,” tegasnya.

Akhirnya, kodisi Sulaiman memburuk. Diabetes yang diderita juga semakin parah. Hal itu sempat ramai dibicarakan orang dan sempat mengemuka di media sosial. Hal itu akhirnya sampai ketelinga Pemkab Kudus.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris menjelaskan, pihaknya sengaja datang langsung untuk mengajak Sulaiman berobat. Selain itu pihaknya juga membawa membawakan bantuan nutrisi berupa sembako.

Hanya, saat Sulaiman dibujuk untuk tinggal di panti jompo, pihaknya menolak untuk dibawa kesana. “Sudah kami sarankan, masih menolak,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Purwosari, penyakit diabetes yang diderita sudah parah. Melihat luka-luka yang ada ditubuhnya, kemudian ia dirujuk ke RSUD dr. Leokmonohadi. Hingga kini, pihaknya pun masih dirawat di RSUD Kudus.

“Sudah ditangani dengan baik,” lanjutnya.

Untuk tindakan lanjutan, Sulaiman kemungkinan akan dibawa ke rumah kakanya di Langgar Dalem. Apabila keluarga tidak keberatan, pihak Pemkab bersedia memfasilitasi agar ditempatkan dipanti lansia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...