Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cetak Pengacara Berkualitas, Puluhan Calon Advokat Ikut Uji Kompetensi Dasar di UMK

MURIANEWS.com, Kudus  – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Tengah menggelar uji kompetensi dasar profesi advokat dan pendidikan dasar khusus profesi advokat (PKPA) di Universitas Muria Kudus, Sabtu (23/11/2019). Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan pengacara yang memiliki kualitas dan berkompeten.

“Uji kompetensi dasar profesi advokat (UKDPA) dan pendidikan khsusu profesi advokat (PKPA) ini kegiatan rutin dari organisasi kami Kongres Advokat Indonesia,” jelas Theo Wahyu Winarto selaku ketua DPD KAI Jawa Tengah di UMK, Sabtu (23/11/2019).

Ia mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan. Dalam setahun sebanyak dua kali dilaksanakan uji komptensi tersebut. Ujian tersebut merupakan kerja sama dengan pihak kampus, salah satunya Universitas Muria Kudus.

“Sebelumnya ujian tahun ini kami selenggarakan di Surakata dan ini di Kudus. Untuk pesertanya ada sebanyak 30 peserta,” jelasnya.

Ia menegaskan, ujian ini sebagai langkah untuk mempersiapkan pengacara yang memiliki kompetensi dan kualitas di dunia hukum. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para peserta. Mulai dari ujian advokat, kemudian pendidikan, advokat, magang sebagai advokat, dan terakhir disumpah menjadi advokat setelah dinyatakan lulus.

“Kita memiliki tahapan. Di proses ini advokat bisa magang lebih dahulu. Kemudian setelah nanti empat syarat terpenuhi dengan usia minimum 25 tahun, maka kemudia dilakukan sumpah oleh ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah,” terangnya.

Terkait, pelaksanaan ujian ini ada beberapa materi yang diujikan. Seperti materi tentang undang-undang advokat, kode etik, tentang hukum acara, hukum perdata pidana, serta semua peradilan yang ada di Kudus. Tidak ketinggalan juga, hukum teknis dan praktis.

“Minimal nilai lulus diatas 60. Itu ada ujian, tertulis sama wawancara. Wawancara melihat motivasi. Benar menjadi advokat atau hanya pelampiasan saja,” jelasnya.

Dengan demikian, melalui pelaksanaan ujian ini diharapkan dapat menciptakan pengacara yang memiliki kualitas dan kompetensi. Karena pada organisasi KAI ini lebih mengutamakan kualitas advokat itu sendiri.

“Harapannya, kita mengharapkan advokat pasti menjaga merawat motivasi. Mereka menjadi pengaracara berkualitas dan berkompeten,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...