Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Soal Bau Busuk Limbah PT RUM, Warga Demo Malam Hari Hingga Bupati Wonogiri Semprot GM Pabrik

0 620

MURIANEWS.com, Sukoharjo – Permasalahan bau busuk dari limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo berlarut-larut sejak beberapa bulan terakhir. Ribuan warga telah turun ke jalan menuntut penyelesaian masalah itu. Hingga tuntutan penutupan pabrik lantaran pencemaran yang sangat mengganggu warga pun menguat.

Berulang kali warga demo menyuarakan tuntutannya, bahkan hingga malam hari. Seperti, Jumat (22/11/2019) malam tadi, sejumlah warga Kelurahan Larangan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, mengelar aksi  Rumdin Bupati Sukoharjo. Mereka membentangkan poster bertuliskan “Tutup PT RUM”.

Aksi ini dilangsungkan sekitar pukul 21.30 WIB. Namun tak berlangsung lama, karena Satpol PP Sukoharjo langsung menutup pintu gerbang Rumdin Bupati Sukoharjo.

Harjanto, warga yang melakukan aksi itu menyatakan, warga sudah jengah lantaran bau busuk dari limbah pabrik serat rayon itu telah merambah sampai wilayah Sukoharjo kota.

Bau dari limbah itu menurutnya, terbawa angin dan tercium warga yang rumahnya jauh dari pabrik pada malam dan pagi hari. Padahal menurut dia, sebelum pabrik itu beroperasi tak pernah tercium bau busuk seperti itu.

“Sejak PT RUM beroperasi, saya dan keluarga susah bernapas gara-gara bau busuk. Udara segar itu diberikan Allah SWT gratis untuk manusia. Mengapa sekarang sulit mendapatkan udara segar,” katanya dikutip dari Solopos.com.

Permasalahan limbah bau PT RUM ini juga tak hanya membuat kesal warga Sukoharjo, tetapi juga merambah ke Wonogiri. Terutama warga di Selogiri, yang daerahnya memang berbatasan dengan Kecamatan Nguter, Sukoharjo, lokasi di mana PT RUM berada.

Beberapa kali Pemkab Wonogiri melakukan mediasi mengenai masalah ini. Hingga puncaknya, Jumat kemarin, Bupati Wonogiri Joko Sutopo marah besar dan menyemprot Genar Manager (GM) PT RUM Haryo Ngadiyono.

Penyebabnya, PT RUM dinilai tak bisa memberi kepastian mengenai penanganan limbah berbau busuk itu. Ini terjadi saat Pemkab Wonogiri menggelar pertemuan antara warga terdampak limbah dengan managemen PT RUM.

Dikutip dari Joglosemarnews.com, Saat forum tengah berlangsung, Bupati  Joko Sutopo hadir sambil membawa durian. Buah beraroma kuat itu dijadikan gambaran penalaran atas penderitaan yang dialami masyarakat Wonogiri, yakni tersiksa dengan bau limbah yang menyengat.

Haryo diminta memberikan kepastian. Namun ia menyatakan tidak bisa  berbuat banyak dengan alasan kewenangannya terbatas. Bupati lantas naik pitam dan sempat menghardik Haryo yang kala itu tengah memainkan ponsel.

Bupati Joko Sutopo langsung meminta Haryo menghubungi pimpinannya untuk hadir dalam audiensi itu secepatnya. Tak hanya itu, bupati juga meminta HP itu dan berbicara langsung dengan Direktur Utama PT RUM Pramono.

“Jika Anda serius menangani permasalahan ini, saya minta datang sekarang,” katanya sambil menutup telepon.

Baca: Kesal Bau Busuk, Ribuan Warga Sukoharjo Demo Besar-besaran Desak PT RUM Ditutup

Namun ditunggu beberapa waktu, ternyata Pramono tidak juga hadir. Sehingga mediasi ditutup. Bupati sempat melarang Haryo keluar dari ruangan jika Pramono benar-benar tidak datang.

Sementara Haryo menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya untuk mencegah bau limbah. Di antaranya melakukan perbaikan pada bak penguapan gas dan wet scruber dan  melakukan penurunan proses produksi.

“Hal ini dinilai sudah mampu mengurangi penguapan gas H2S hasil produksi,” ungkapnya.

Haryo juga memaparkan terkait regulasi ambang batas emisi. Dengan data yang disajikan, dia meyakini jika baku mutu emisi masih di bawah ambang batas.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Solopos.com, Joglosemarnews.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.