Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Investasi Rp 211 Triliun Mengalir, Ini Alasan Investor Lirik Jateng

0 1.526

MURIANEWS.com, Semarang – Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah menjadi lirikan investor baik dari dalam maupun luar negeri. Catatan Pemprov Jateng, sejak 2015 hingga triwulan II 2019 sudah ada Rp 211,19 triliun invetasi masuk ke provinsi ini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan total investasi tersebut terdiri dari investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 110,85 triliun. Serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 100,34 triliun.

“Dari investasi PMA terdapat 4.964 proyek yang mampu menyerap 335.735 tenaga kerja. Sementara PMDN terdapat 7.121 proyek yang menyerap 221.071 tenaga kerja,” kata Ganjar, Sabtu (23/11/2019).

Jawa Tengah menjadi primadona para investor lantaran upah pekerja yang relatif kompentitif dibanding daerah lain. Pada UMK tahun 2020 yang ditetapkan Ganjar beberapa waktu lalu, upah kerja di Jawa Tengah rata-rata sebesar Rp 1,9 juta.

Upah ini dinilai yang paling membuat daya tarik untuk investor, dibanding Jabar, Jatim, Banten apalagi DKI Jakarta. Selain itu, etos kerja warga Jateng ternyata membuat salut para investor.

Hal ini seperti diakui Philip D Kaligis, dari PT Anugrah Cipta Mould. Ia mengatakan, magnet bagi investor untuk masuk ke Jateng saat ini adalah kinerja warganya.

Ia menyebut, beberapa pabrik yang dia buka di Jawa Barat maupun Banten sebelumnya, telah banyak menampung pekerja dari Jawa Tengah. Dari pengamatanya, ia menilai pekerja dari Jateng rata-rata mempunyai etos kerja  lebih tinggi dan mudah diajak berkomunikasi.

“Jadi kami pikir akan lebih baik buka di Jawa Tengah. Apalagi di Jawa Tengah keterserapan tenaga kerja masih cukup memadai. Karena industri kami lainnya di tempat lain tenaga kerjanya kebanyakan dari Jawa Tengah,” ujarnya.

Maka pada tahun 2017 silam perusahaannya membuka pabrik baru di Jepara. Bahkan Setelah membuka pabrik di Jepara, pihaknya tengah siap-siap membuka pabrik di Kabupaten Pati dengan total investasi mencapai Rp 2 triliun.

Philip mengakui, yang paling membuatnya terkesan dengan Jawa Tengah adalah kondusivitas wilayah dan pekerjanya. Ia juga mengakui, ketersediaan sumberdaya manusia dan upah di Jawa Tengah juga sangat kompetitif.

Bahkan PT Parkland World Indonesia langsung mengucurkan Rp 2,1 triliun ke Jawa Tengah pada 2015 silam.

Absori, Bagian Umum perusahaan tersebut mengatakan saat ini perusahaannya telah mempekerjakan 15 ribu warga Jateng. Dan bakal menambah investasi sebesar USD 50 juta.

“Saat ini untuk investasi yang paling menarik adalah Jawa Tengah. Sumberdaya manusianya memadai. Upahnya juga kompetitif. Karena di Jabodetabek sudah sangat tinggi,” terangnya.

Bahkan saat ini banyak rekanannya yang mengutarakan ketertarikannya untuk turut berinvestasi di Jawa Tengah. Karena kabar kondusivitas Jateng yang telah tersebar, dia berharap hal seperti itu akan bertahan lama agar tidak mengecewakan para pengusaha atau investor.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Kependudukan Jateng Susi Handayani mengatakan jumlah usia kerja di Jawa Tengah saat ini mencapai kerja 18 059 895. Dari jumlah tersebut yang sudah bekerja sebanyak 17 245 548.

“Artinya secara sumberdaya ketenagakerjaan kita masih mencukupi untuk masuknya investor baru. Karena masih tersedia tenaga kerja sekitar 814 347,” kata Susi.

Selain ketersediaan tenaga kerja, kondusivitas yang tinggi selama ini jadi ciri utama keberlangsungan dunia usaha di Jawa Tengah. Susi menjelaskan, bahkan ketika menjelang penetapan UMK, dunia kerja di Jawa Tengah tetap stabil. Selain itu, upah tenaga kerja di Jawa Tengah juga sangat kompetitif.

“Situasi seperti ini yang terus kami jaga. Jadi relasi antara pemerintah, pengusaha dengan buruh benar-benar kami jaga,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.