Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gubernur Ganjar Ditangisi Siswa Korban Sekolah Ambruk Saat Video Call

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan prihatin atas kasus ambruknya aula SMN 1 Miri di Sragen, akibat diterjang angin kencang Rabu (20/11/2019) sore. Apalagi dalam peristiwa itu ada 22 siswa yang tertimpa bangunan dan dilarikan ke rumah sakit.

Ganjar meminta seluruh orang tua siswa yang jadi korban dalam peristiwa itu untuk tenang. Karena menurutnya, seluruh biaya pengobatan telah ditanggung pemerintah.

“Semua sudah ditangani dengan baik. Kita menanggung semua biayanya. Orang tua siswa tidak perlu khawatir,” kata dia, Jumat (22/11/2019).

Ganjar menyebut, saat peristiwa itu terjadi dirinya tengah berada di Jakarta sehingga tak bisa langsung datang ke lokasi kejadian. Meski demikian menurut dia, Ganjar terus memantau perkembangan penanganan pascabencana yang menyebabkan 22 siswa terluka itu.

Bahkan malam hingga dini hari saat kejadian, Ganjar menghubungi langsung petugas di lokasi maupun di rumah sakit, dan menyapa serta menenangkan korban yang tengah dirawat di rumah sakit.

“Malam sampai dinihari, saya melakukan video call dengan siswa-siswa itu di rumah sakit untuk memastikan kondisinya,” ujarnya.

Saat video call itu, Ganjar bertegur sapa dengan siswa yang menjadi korban. Beberapa di antara mereka ada yang menangis dan mengeluh kepada Ganjar. “Ada yang nangis, saya kuatkan. Sudah jangan nangis, sabar dan berdoa,” tambahnya.

Tak hanya untuk memastikan kondisi siswa, kepastian penanganan dari rumah sakit juga menjadi perhatian Ganjar.

Beberapa rumah sakit yang sebenarnya sudah penuh, dilakukan koordinasi agar tetap dapat menerima pasien yang menjadi korban ambruknya sekolah itu. “Beberapa siswa langsung dioperasi,” terangnya.

Ganjar mengakui kualitas bangunan ambruk yang dibangun pada 2015 lalu, itu memang kurang bagus. Kendati demikian menurut dia, peristiwa itu murni karena bencana alam.

“Itu kan bencana, jadi tidak bisa menyalahkan siapapun. Kecuali kalau tidak ada apa-apa terus ambruk, maka itu yang perlu dikejar,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...