Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemuda yang Viral Pukuli Kakeknya Diciduk, Si Kakek Nangis Lihat Cucunya Diborgol

2 15.679

MURIANEWS.com, Kendal – Aksi penganiayaan yang dilakukan seorang pemuda yang videonya viral di media sosial langsung ditangani pihak kepolisian. Jajaran Polres Kendal Kamis (21/11/2019) langsung menciduk pelaku dan membawanya ke kantor polisi untuk diproses.

Pelaku diketahui bernama Yusminardi (22), sementara kakek yang dipukulinnya bernama Wasidi (65). Keduanya merupakan warga Dusun Delesari, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kendal.

Pelaku diamankan oleh Polsek Limbangan, dan kemudian dibawa ke Polres Kendal untuk diproses. Namun saat polisi memborgol pelaku, sang kakek menangis dan memeluk cucunya itu.

Meski telah dipukul dan ditendang, Wasidi mengaku tak tega melihat cucunya ditangkap polisi. Ia mengaku sudah memaafkan cucunya tersebut.

Wasidi menceritakan jika ia dipukuli lantaran cucunya kesal di kamar mandi bau amis karena ikan wader dan ada pakan ikan.

”Cucu saya marah karena ada makanan ikan di bak mandi dan terus mukulin saya dan nendangin,” katanya pada wartawan.

Aksi penganiayaan itu sendiri terjadi pada Minggu (17/11/2019) dan mulai tersebar di media sosial sejak Rabu (20/11/2019) malam. Saat dilakukan penganiayaan, istri korban berusaha melerai.

Sementara keponakan pelaku yang masih duduk di bangku SD merekam aksi itu dengan ponsel, dan mengirimkan ke orang tuanya. Video rekaman itu akhirnya viral dan polisi langsung turun tangan.

Setelah viral diketahui jika pelaku ternyata seorang Youtuber. Nama akun Yusminardi adalah Iyus Sinting, yang punya subscriber lebih dari 10 ribu akun.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugroho kepada wartawan mengatakan, jika pihaknya memproses kasus ini dengan laporan tipe A, karena meresahkan masyarakat.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku dan korban. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan pelaku melakukan penganiayaan karena kesal dan jijik karena saat akan mandi kamar mandinya berbau amis dan kotor.

“Karena pelaku emosional, selanjutnya menganiaya korban seperti yang berada di video yang beredar dan dilerai oleh ayah pelaku,” ujarnya.

Ia menyatakan, proses hukum tetap dilakukan dengan jeratan kekerasan dalam rumah tangga. Kendati demikian menurutnya, masih terbuka jalan untuk damai. “Kalau pihak korban mau memaafkan, ya di-restorative justice,” sebutnya.

Sementara itu, Yusminardi mengaku menyesal telah memukuli kakeknya. Ia menyebut, tega menganiaya lantaran kesal.

”Waktu mandi dan gosok gigi ada makanan ikan masuk mulut, kan jadi risih. Padahal ikan itu sudah aku pindah di tempat lain. Tapi saya khilaf dan menyesal,” akunya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

  1. Andi berkata

    Udah ketangkep baru nyesel itulah yang kamu ucapkan tp hukum tetap harus di tegax kan biar yang melekukan kekerasan di luar sana biar sadar sekarangbtinggal trima apa yang seharus nya di trima sesali dan renengi semua yang ter jadi sebelum bertidak harus nya berfikir dlu siapa itu dan mikir kedpan nya kalo udah terjadi baru nyesel dan minta maaf

  2. April berkata

    Ingin rasanya ku ludahin mulut anak bau kencur itu

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.