Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Tetapkan UMK Jateng 2020, Kudus Rp 2,218 Juta: Ini Daftar Lengkapnya

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (20/1/2019) sore menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tahun 2020. Penetapan UMK ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 560/58 tahun 2019.

Dari penetapan ini, Kota Semarang masih tercatat sebagai wilayah dengan UMK paling tinggi di provinsi ini.

UMK Kota Semarang ditetapkan Ganjar sebesar Rp 2.715.000. Jumlah ini mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 2.498.587,53. Sementara UMK yang paling rendah di provinsi ini adalah Kabupaten Banjarnegara sebesar Rp 1.748.000.

Sedangkan untuk wilayah eks-Karesidenan Pati, UMK Kabupaten Kudus tetap paling tinggi dibandingkan dengan daerah-darah lain di seputar lereng Gunung Muria.

UMK Kudus 2020 ditetapkan sebesar Rp 2.218.451 atau mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen dari UMK tahun 2019 yang sebesar Rp 2044.467,75.

Sementara daerah lain seperti Pati, Rembang dan Blora nominalnya masih di bawah UMK Kudus. Hanya Kabupaten Jepara yang nominalnya menyentuh angka Rp 2 juta.

Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa penetapan upah telah melalui mekanisme yang ada dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Upah minimum dihitung berdasarkan formula pasal 44 ayat 2 PP nomor 78 tahun 2015, sesuai dengan surat Menteri Ketenagakerjaan nomor BM 305 tahun 2019. Adapun dasar perhitungan upah minimum sebesar 8,51%, dengan perincian inflasi nasional sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%,” katanya.

Ganjar menyebut, UMK yang ditetapkan hanya untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Sementara pekerja yang sudah lebih dari satu tahun, maka besaran upah tidak mengacu pada UMK yang ditetapkan.

“Silahkan dirundingkan secara bipartit antara pekerja atau buruh dengan pengusaha di perusahaan. Silahkan mereka mengatur besaran upahnya,” ujarnya.

Ia menyebut, UMK ini akan mulai berlaku sejak 1 Januari 2020. Ganjar meminta agar semua pihak menerima penetapan UMK ini. Kepada para pengusaha yang keberatan, diberikan waktu untuk mengajukan penangguhan.

“Kami juga akan terus mengawasi pelaksanaan UMK 2020. Kalau ada perusahaan yang tidak melaksanakan, silahkan lapor ke kami,” tegasnya.(lhr)

 

Berikut daftar UMK di 35 kabupaten/kota di Jateng:

1. Kota Semarang Rp 2.715.000
2. Kabupaten Demak Rp 2.432.000
3. Kabupaten Kendal Rp 2.261.775
4. Kabupaten Semarang Rp 2.229.880
5. Kota Salatiga Rp 2.034.915
6. Kabupaten Grobogan Rp 1.830.000
7. Kabupaten Blora Rp 1.834.000
8. Kabupaten Kudus Rp 2.218.451
9. Kabupaten Jepara Rp 2.040.000
10. Kabupaten Pati Rp 1.891.000
11. Kabupaten Rembang Rp 1.802.000
12. Kabupaten Boyolali Rp 1.942.500
13. Kota Surakarta Rp 1.956.200
14. Kabupaten Sukoharjo Rp 1.938.000
15. Kabupaten Sragen Rp 1.815.914
16. Kabupaten Karanganyar Rp 1.989.000
17. Kabupaten Wonogiri Rp 1.797.000
18. Kabupaten Klaten Rp 1.947.821
19. Kota Magelang Rp 1.853.000
20. Kabupaten Magelang Rp 2.042.200
21. Kabupaten Purworejo Rp 1.845.000
22. Kabupaten Temanggung Rp 1.825.200
23. Kabupaten Wonosobo Rp 1.859.000
24. Kabupaten Kebumen Rp 1.835.000
25. Kabupaten Banyumas Rp 1.900.000
26. Kabupaten Cilacap Rp 2.158.327
27. Kabupaten Banjarnegara Rp 1.748.000
28. Kabupaten Purbalingga Rp 1.940.800
29. Kabupaten Batang Rp 2.061.700
30. Kota Pekalongan Rp 2.072.000
31. Kabupaten Pekalongan Rp 2.018.161
32. Kabupaten Pemalang Rp 1.865.000
33. Kota Tegal Rp 1.925.000
34. Kabupaten Tegal Rp 1.896.000
35. Kabupaten Brebes Rp 1.807.614.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...