Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

JMPPK Desak Jokowi Moratorium Izin Tambang di Pegunungan Kendeng

0 174

MURIANEWS.com, Pati – Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Kabupaten Pati mendatangi Kantor Staf Kepresidenan, Selasa (19/11/2019). Mereka memohon pengajuan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha pertambangan di wilayah Pegunungan Kendeng Utara.

Ketua JMPPK Gunretno mengatakan, masih ada kewajiban pemerintah untuk menerbitkan kebijakan dalam rangka pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Kewajiban lain adalah perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Substansi kebijakan yang kami mohonkan adalah moratorium izin tambang di Pegunungan Kendeng,” jelasnya.

Dia menambahkan, selain moratorium, dirinya juga memohon agar presiden melakukan penghentian operasi produksi dan pencabutan perizinan terhadap semua usaha penambangan industri semen. Terutama yang berada di wilayah Pegunungan Kendeng.

“Sesuai KLHS, Pegunungan Kendeng Utara dinyatakan apabila ada penambangan akan menimbulkan dampak rusaknya ekosistem,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga memohon agar pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Karst. Serta menjamin penyelamatan dan perlindungan ekosistem esensial karst.

Terlebih menurut dia, itu semua merupakan mandat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Permohonan selanjutnya adalah menerbitkan penetapan kawasan bentang alam karst dan penetapan kawasan konservasi sumber daya alam ekosistem karst Pegunungan Kendeng Utara. Menurutnya, hal itu diatur dalam Pasal 57 UU PPLH.

“Semua permohonan itu sudah melalui pertimbangan yang matang dan sesuai dengan peraturan serta perundang undangan yang ada,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.