Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banyak Oknum Penguasa Diduga ‘Bermain’ Bisnis Besi Tua PLTU di Jepara

MURIANEWS.com, Jepara – Limbah scrab (besi bekas konstruksi atau besi tua) di Mega Proyek PLTU Tanjung Jati 5-6 Jepara, memang menggiurkan. Pasalnya, dari sisa-sisa besi yang jumlahnya banyak ini, bisa menghasilkan keuntungan miliaran rupiah.

Tidak mengherankan jika pada akhirnya ada banyak pihak yang diduga ikut bermain dalam persaingan bisnis memperebutkan limbah scrab ini.

Bahkan ada yang menyebut banyak orang-orang yang memiliki kekuasaan di Jepara juga bermain dalam urusan ini.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman menyatakan, isu seperti itu memang banyak terdengar. Informasi adanya orang-orang kuat berkepentingan atas bisnis tersebut memang diakuinya ada. Namun persoalannya, adalah apakah informasi itu benar atau tidak, pihaknya belum bisa memastikan.

“Tentu harus diakui ada informasi-informasi seperti itu. Namun benar atau tidak ya harus dibuktikan. Bagi kami yang paling kami perhatikan adalah dari sisi keamanan saja. Lainnya silahkan kalau memang itu dilakukan secara benar,” ujar AKBP Arif Budiman, Senin (18/11/2019).

Dalam beberapa kesempatan, saat memediasi bertemunya banyak kepentingan dalam urusan ini, pihaknya juga sudah seringkali menyampaikan. Limbah ini silahkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, asalkan tidak menimbulkan polemik atau malah konflik.

Semua pihak yang berkepentingan dipersilahkan membicarakan hal itu sesuai dengan aturan main yang ada.

Pihaknya tidak ingin adanya praktik premanisme akhirnya muncul dalam persoalan ini. Jika justru menimbulkan konflik, lebih baik tidak usah ada yang memanfaatkan limbah itu.

“Saya pernah ngomong. Jika memang malah menimbulkan polemik dan konflik, maka lebih baik limbah ini dibuang ke laut saja. Dijadikan rumpon ikan, dan lebih bermanfaat,” tegasnya.

Baca juga: 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jepara, Pratikno menyatakan masalah limbah scrab merupakan ranah PLTU (pemilik proyek) sendiri di sana.

Pihaknya tidak bisa memastikan apakah ada banyak oknum yang memiliki kekuasaan ikut bermain dalam masalah ini.

“Saya tidak bisa memberikan komentar soal ada tidaknya oknum penguasa yang terlibat dalam persaingan memperebutkan limbah scrab ini. Itu ranah PLTU (pemilik proyek). Saya tidak bisa memberikan statement apapun,” ujar Pratikno.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...