Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kadernya Dituduh Nipu Bisnis Besi Tua PLTU, Nasdem Jepara Sebut Itu Fitnah

0 1.493

MURIANEWS.com, Jepara – Bisnis limbah scrab (besi tua) PLTU Tanjung Jati 5-6 (Proyek PLTU Jawa 4), menimbulkan polemik dalam beberapa hari terakhir. Seorang yang mengaku asal Mojokerto, Jawa Timur memosting kekecewaannya di media sosial Facebook, saat mencoba peruntungan di bisnis ini.

Postingan itu sempat viral dan jadi perbincangan banyak kalangan, karena menyeret-nyeret salah satu nama politisi Nasdem Jepara.

Dalam postingan tersebut menyebut, si pemosting merasa sudah menyerahkan uang ratusan juta rupiah kepada politisi tersebut untuk mendapatkan besi tua PLTU.

Namun sampai batas waktu yang dijanjikan, tidak ada realisasinya. Sehingga uang yang sudah diberikan diminta balik.

Sayangnya, uang tersebut tidak segera dikembalikan, hingga akhirnya membuat si pemosting jengkel, dan mengunggah kekecewaanya di FB. Bahkan postingan itu juga dikirimkan ke Fanpage FB Ganjar Pranowo, dan kini sudah ada sekitar 1.700-an komentar.

Ketua DPC Nasdem Jepara Pratikno pun angkat suara mengenai hal ini. Ia menyatakan, kadernya tersebut difitnah.

Ia menyebut, pihaknya sudah memanggil yang bersangkutan dan meminta klarifikasi atas masalah ini. Kasus ini menurutnya juga memberi dampak buruk bagi partai yang dipimpinya.

“Kader saya menyatakan, semua tidak benar. Orang ini memang pernah berhubungan bisnis dengan kader saya. Tapi tidak ada urusannya dengan limbah besi ini. Kader saya sudah saya instruksikan untuk mengambil langkah tegas terkait hal ini,” ujar Pratikno, Senin (18/11/2019).

Baca: Kapolres Jepara Anggap Bisnis Besi Tua PLTU Rawan Picu Konflik

Pratikno juga menyatakan, kadernya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkannya ke Polres Jepara. Bagi Nasdem Jepara, masalah ini sudah sangat serius, dan harus disikapi. Pihaknya bahkan menduga, ada kepentingan lain di balik munculnya postingan di media sosial itu.

“Kami menyayangkan kejadian ini. Kader saya saat ini sedang mempelajari semua, untuk menempuh jalur hukum,” tambah Pratikno.

Postingan yang sudah tersebar di medsos tersebut, menurut Pratikno akhirnya juga sudah diblokir. Menurutnya, hal itu menunjukan bahwa informasi yang disebarkan tidak benar. Karena itu pihaknya berharap, semua pihak untuk berhati-hati terkait hal ini.

Limbah scrab yang berupa besi sisa-sisa konstruksi di proyek PLTU Tanjung Jati memang menjadi daya tarik ekonomi. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkannya dan menjualnya kembali.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.