Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Di TPA Bandengan Jepara, Tinja Kiriman Warga Diolah Jadi Kompos

MURIANEWS.com, Jepara – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bandengan Jepara memiliki beberapa unit kegiatan. Selain unit pemanfaatan gas metan, di TPA utama Kabupaten Jepara ini juga ada unit pengolahan limbah tinja.

Menurut Kepala UPT TPA Bandengan, Ashadi, unit kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. TPA Bandengan memiliki unit pengolahan tinja. Kegiatannya memanfaatkan limbah tinja dari masyarakat yang melakukan pengurasan septic tank.

“Karena memang tidak setiap hari ada pengurasan septic tank, maka kegiatannya tidak setiap hari dilakukan. Sehingga produksi komposnya, juga tidak bisa dipastikan. Jika pas ada bahannya, ya akan diolah, kalau tidak ya tidak,” ujar Ashadi Senin (18/11/2019).

Penanganan limbah tinja di TPA Bandengan dilakukan dengan cara sederhana. Dari mobil penyedot tinja yang sudah bercampur air, limbah ditaruh di dalam sebuah kolam pengendapan.

Air yang ada dialirkan untuk diproses agar tidak mengeluarkan bau, sebelum dibuang ke saluran pembuangan air. Setelah mengendap dan menjadi lumpur, limbah kemudian dipindah ke kolam lainnya, sehingga semakin mengering dan berubah menjadi tanah.

“Setelah menjadi tanah ini, sama sekali sudah tidak ada bau dari limbah tinja. Tanah tersebut kemudian kami keringkan, dan kemudian kami ayak dan kami kemas. Sudah jadi kompos siap dimanfaatkan,” katanya.

Baca: Tiap Hari Kebanjiran 70 Ton Sampah, TPA Bandengan Hanya Mampu Bertahan 5 Tahun

Kompos yang sudah siap, kemudian dimasukan dalam karung kemasan berbagai ukuran. Sebagian digunakan untuk kebutuhan pertamanan di Jepara, sebagian lainnya juga sumbangkan ke masyarakat. Dari sisi kualitas, kompos yang dihasilkan sangat bagus.

Selain kompos dari limbah tinja, di instalasi pembuatan kompos juga dibuat kompos dari bahan baku daun kering. Prosesnya agak berbeda, dengan melakukan fermentasi dalam beberapa tahapan.

Pada tahap akhir, daun yang sudah hancur dan berbentuk seperti tanah, disaring dan dikemas dalam kantong beberapa ukuran.

“Untuk kompos limbah tinja, sangat cocok untuk tanamab buah-buahan. Silahkan jika ada masyarakat yang membutuhkan dalam jumlah terbatas bisa datang ke tempat kami,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...