Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Investasi Rp 47,24 Triliun Masuk, 71.639 Orang di Jateng Tak Lagi Jadi Pengangguran

0 2.331

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mencatat investasi yang masuk ke provinsi ini hingga triwulan III tahun 2019 sebesar Rp 47,24 triliun. Investasi ini disebut telah mampu mengentaskan puluhan ribu warga di Jateng yang sebelumnya menganggur.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, sebagian besar investasi yang masuk berasal dari luar negeri atau penanaman modal asing (PMA). Totalnya mencapai Rp 32, 27 triliun. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 14,97 triliun.

Ganjar mengatakan, Jawa Tengah saat ini menjadi primadona investasi dari berbagai negara. Penyebabnya, iklim investasi yang tenang, kemajuan pembangunan infrastruktur, dan kondisi sosial warga Jawa Tengah akan membuat daya saing investasi Jawa Tengah kian membaik.

“Orang Jawa Tengah itu menarik. Sopan, orangnya sederhana, rajin, dan mudah menerima perubahan atau adaptif. Inilah juga yang menjadi salah satu faktor kenapa kita jadi favorit investor,” ujarnya, Jumat (15/11/2019).

Terkait tenaga kerja, Ganjar menyebut bahwa Jawa Tengah sedang menghadapi kondisi bonus Demografi. Sehingga, investor tak perlu takut kehabisan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Terlebih, Jawa Tengah memiliki 378 perguruan tinggi dan 1.588 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang siap mencetak tenaga terampil.

Ganjar menyatakan, pihaknya kini memang tengah menggenjot masuknya investasi ke Jateng. Untuk mendukungnya, pihaknya siap memberikan insentif dan fasilitas berupa penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu yang cepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Ratna Kawuri mengatakan, realisasi investasi sebesar Rp 47,24 triliun itu sudah mencapai 99,6 persen dari target yang ditentukan.

Ia juga menyebut, tingginya investasi yang masuk juga berbanding searah dengan pengurangan angka pengangguran di Jawa Tengah.

Sejak triwulan I sampai triwulan III tahun 2019 menurut dia, sebanyak 71.639 pengangguran berhasil diserap bekerja di sejumlah perusahaan tersebut.

Apalagi lanjut dia, sebaran perusahaan merata di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mulai Jepara, Batang, Kota Semarang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Semarang, Cilacap, Sukoharjo, Boyolali dan daerah lainnya.

“Untuk sektor industri, mayoritas bergerak pada bidang usaha listrik, gas dan air. Selain itu ada pula industri barang dari kulit dan alas kaki, tekstil, industry kendaraan bermotor, makanan, property dan lain sebagainya,” terangnya.

Dengan capaian tersebut, Ratna yakin investasi di Jateng akan terus meningkat di tahun yang akan datang. Apalagi, target pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 7 persen, maka sektor investasi yang akan menjadi andalan.

“Kami optimis target pertumbuhan ekonomi 7 persen itu akan tercapai. Sebab Jateng memiliki semuanya, mulai infrastruktur, ketersediaan lahan, tenaga kerja mumpuni, serta komitmen untuk memberikan kemudahan serta pro investasi. Dengan semua itu, kami optimis target 7 persen tidak akan sulit,” pungkasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.