Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Air Berubah-ubah Warna, Sungai Nglendoh Jepara Diduga Tercemar Pewarna Tekstil

0 375

MURIANEWS.com, Jepara – Sungai Nglendoh Bagus, yang mengalir di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara diduga tercemar limbah pewarna tekstil. Dugaan ini muncul setelah warna air sungai tersebu berubah-ubah warna. Kadang berwarna biru dan merah jambu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Farika Elida menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang hal ini. Petugasnya juga sudah mengambil sampel air untuk segara diuji di laboratorium.

Farika Elida juga mengatakan, setelah mengamati langsung ke lokasi, secara kasat mata memang cemaran yang terjadi bisa saja masuk kategori melebihi baku mutu. Selain melakukan uji laboratorium, pihaknya juga akan melakukan sejumlah langkah persuasif kepada warga.

“Terkait langkah persuasif, kami akan melakukan usaha edukasi tentang limbah dan sampah yang banyak bertebaran di sungai. Kami juga akan minta agar desa juga turun tangan ikut membantu memberikan edukasi,” ujar Farika Elida, Kamis (14/11/2019).

Menurut sejumlah warga, pencemaran Sungai Nglendoh Bagus sudah terjadi bertahun-tahun. Pada musim hujan saat debit air banyak, cemaran yang terjadi tidak begitu menyolok terlihat. Namun pada musim kemarau, saat debit air menyusut, cemarannya terlihat jelas.

Ahmad Karomi (30), salah seorang warga menyatakan, perubahan warna air sungai akhir ini sering terjadi.

Perubahan warna air sungai tersebut disebabkan oleh limbah pewarna tenun troso. Limbah tersebut dibuang langsung tanpa melalui proses IPAL (Istalasi Pengolahan Air Limbah).

“Hari ini air sungai berwana biru gelap. Sehari sebelumnya, warna air sungai berwana merah jambu. Jelas ini memang disebabkan karena pewarna tenun troso,” katanya.

Sumur dan saluran air di sekitar sungai juga telah mengalami pencemaran yang sama. Beberapa sumur warga dilaporkan terpaksa ditutup karena berbau dan tidak layak dikonsumsi.

Warga yang sumurnya mengalami masalah, akhirnya terpaksa membeli air atau mencari air yang layak untuk dikonsumsi. Untuk beberapa keperluan, air yang sudah tercemar, masih bisa digunakan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.