Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemanfaatan Sistem Informasi Desa di Jepara Belum Optimal

0 87

MURIANEWS.com, Jepara – Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun lalu sudah memberikan fasilitas SID (Sistem Informasi Desa) ke semua daerah. Di Kabupaten Jepara, pemanfaatan dan pengelolaannya ternyata belum optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan 184 desa di Jepara telah dibekali website dari pemerintah pusat. Namun eksekusi pemanfaatannya jauh berbeda. Masih banyak website desa yang masih kosong.

Pihaknya telah menginstruksikan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan pemerintah desa untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan SID ini.

Menurutnya, masalah ini harus segera ditindaklanjuti dengan terlebih dahulu dicari permasalahan dan kendalanya. Sehingga bisa segera dicari solusinya, karena keberadaan SID ini penting.

“Dengan SID ini keuntungannya banyak. Potensi desa maupun data-data lain bisa diekspose pada khalayak luar,” kata Andi, Kamis (14/11/2019).

SID merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengelola data di desa. SID yang baik dirancang sebagai alat dukung untuk pelayanan di kantor desa.

Fungsi yang dapat dilakukan antara lain administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan, inventarisir aset kantor desa, inventarisir sarana prasaranan di desa, pengelolaan anggaran desa,  layanan publik, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan amanat UU Desa.

Kabid Informatika pada Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi) Jepara, Setyanto menagkui, memang belum semua desa bisa mengoptimalkan fasilitas tehnologi komunikasi dan informasi ini.

Meski demikian menurut dia, bukan berarti semuanya tidak berfungsi. Ada juga desa-desa yang sudah mengelolanya dengan baik.

Ada beberapa kendala terkait hal ini. Keterbatasan sumber daya menjadi yang utama, selain alokasi anggaran kegiatan untuk hal ini. Kendala optimalisasi SID ini, juga menyangkut masalah geografis yang berimbas pada terbatasnya jaringan internet.

“Kendala-kendala inilah yang kemudian menjadikan pelaksanaan program SID menjadi tersendat hingga saat ini. Terutama pada soal terbatasnya potensi sumberdaya manusia untuk operator di masing-masing desa,” ujar Setyanto.

Pihaknya menargetkan pada April 2020 semua desa-desa di Jepara sudah optimal SID-nya.  Saat ini sudah ada beberapa desa yang sudah baik pengelolaannya. Seperti Desa Mambak dan Suwawal Timur di Kecamatan Pakisaji serta Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.