Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Istri Tentara di Jepara Diminta Tak Nyinyir di Media Sosial

MURIANEWS.com, Jepara – Belum lama ini, ada sejumlah tentara yang terkena hukuman disiplin berupa pencopotan gara-gara istrinya nyinyir di medsos terkait penyerangan yang menimpa Wiranto, yang waktu itu menjabat sebagai Menkopolhukam.

Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Suharyanto, menyebutkan sedikitnya sudah ada tujuh orang prajurit yang saat ini menjalani proses hukum. Hal ini karena disebabkan oleh istrinya yang tidak bijak dalam menggunakan medsos.

Berkaca dari masalah itu, selaku pembina Persit Kartika Candra Kirana (KCK) Kodim 0719/Jepara, ia secara terbuka memberikan pengarahan terhadap para istri prajuritnya, Senin (11/11/2019). Bagaimana cara menggunakan medsos secara baik dan benar, disampaikan kepada mereka.

“Saya berharap hal-hal serupa yang terjadi di medsos, yang berkembang saat ini tidak terjadi di Jepara. Jaga jari, jaga pikiran, dan hati kita dengan tidak mengeluarkan statement yang tidak pantas di medsos yang nantinya akan berakibat viral dan fatal,” ujarnya di hadapan para istri tentara Jepara.

Dandim berpesan kepada seluruh anggota Persit agar bijak dalam menggunakan media sosial. Dengan tidak memposting sesuatu yang kurang pantas, apalagi memberikan komentar negatif kepada pihak lain.

Kemudian tidak melakukan repost (menampilkan ulang) video atau gambar yang berisi ujaran kebencian atau berita provokasi. Juga diharapkan tidak menanggapi maupun ikut berkomentar di medsos terkait isu atau berita hoaks.

“Fungsi media sosial yang mulanya sebagai sarana bersosialisasi mengalami perubahan dan peningkatan hingga bisa menjangkau aktivitas seseorang dalam banyak hal. Pembahasan di media sosial pun tidak lagi tentang hal-hal biasa saja, tapi bisa menyangkut hal apapun, yang tidak jarang dapat menimbulkan masalah bagi sebagian orang. Jadi hati-hati,” pungkasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...