Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Terdakwa Penyuap Bupati Kudus Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

0 1.223

MURIANEWS.com, Semarang – Plt Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus Akhmad Shofian yang menjadi terdakwa dalam dugaan jual beli jabatan di Pemkab Kudus yang menyeret Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

Permintaan ini disampaikan kepada hakim dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (11/11/2019). Ia berharap dengan menjadi JC maka hukumannya akan diringankan.

“Mohon izin untuk menjadi justice collaborator yang mulia,” ungkap Shofian pada Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Sulistiyono.

Shofian memberikan alasan bahwa dirinya telah menyesali perbuatan menyuap dengan memberikan suap kepada Bupati Tamzil.

“Saya menyesali semua perbuatan saya dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali,” ucapnya.

Shofian bahkan mengajukan diri menjadi seorang JC dalam kasus ini. Seperti diketahui, JC merupakan sebutan bagi seorang pelaku atau terdakwa yang mau bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar sebuah kasus. Dalam hal ini jual beli jabatan di lingkup Pemkab Kudus.

Menanggapi hal tersebut,  Jaksa Penuntut Umum dari KPK Eva Yustisia menyebut penetapan JC Akhmad Shofian akan dipertimbangkan dalam surat tuntutan. Eva mengatakan, Shofian memang mengajukan menjadi JC sejak awal.

“Itu nanti dipertimbangkan terlebih dahulu,” ucapnya ketika ditemui MURIANEWS.com usai sidang.

Baca: Terdakwa Penyuap Bupati Kudus Menangis Ingat Biaya Kuliah Anak untuk Nyuap

Lebih lanjut, Eva merincikan ada beberap pertimbangan jika Akhmad Shofian ingin menjadi seorang JC. Di antaranya adalah bersedia membuka perkara lainnya. Tidak hanya perkara yang tengah Shofian jalani kini.

Untuk sementara, Eva menyebut Shofian baru membuka diri soal kasusnya saja. Hakim, kata Eva juga sempat memancing terdakwa untuk membongkar kasus lainnya di lingkup Pemkab Kudus. “Tadi mendengar sendiri, Akhmad Shofian belum terbuka dalam hal ini,” terangnya.

Sidang akan dilanjutkan pada agenda pembacaan tuntutan dari JPU. Sidang ini diagendakan akan digelar sepuluh hari kedepan, atau pada Rabu (20/11/2019) pekan depan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.