Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengawas CPNS Gadungan Tipu Ratusan Korban, Tilep Uang Hingga Rp 33 Miliar

0 177

MURIANEWS.com, Tegal – Seorang pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) gadungan dibekuk Satreskrim Polres Tegal Kota. Pria bernama Sugiyanto itu mengaku sebagai pengawas CPNS pusat, dan menipu ratusan korban yang ingin lolos dalam seleksi menjadi pegawai negeri.

Dari hasil pemeriksaan, pria yang mempunyai dua KTP atas nama Sugiyanto dan Sugiyanto Joyo Kusumo.Dengan alamat di Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, DKI Jakarta itu telah menipu sebanyak 413 orang.

Untuk tiap orang, pelaku meminta uang antara Rp 60 juta hingga Rp 80 juta. Sehingga uang hasil menipu yang telah dikantongi pelaku diperkirakan mencapai Rp 33 miliar lebih.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Agus Budi Yuwono mengatakan, tersangka sudah buron selama dua tahun. Ia ditangkap di rumahnya di daerah Sleman, DIY pada Jumat (4/10/19) lalu.

“Dari keterangan saksi korban, dan saksi-saksi lainnya, ditemukan bukti korban penipuan dan penggelapan uang itu mencapai lebih dari 413 orang. Namun baru satu orang yang melapor,” katanya, Senin (11/11/2019).

Satu orang korban yang melapor itu berinisial Skr (56) warga Tirto, Pekalongan. Ia menyebut, korban dirayu bisa memasukkan anaknya yang lulusan SMA bisa diterima menjadi PNS, dalam perekrutan CPNS tahun 2012-2013 lalu. Syaratnya korban harus menyetor uang sebesar Rp 60 juta.

Uang tersebut telah disetor, namun ditunggu hingga beberapa lama janji tersebut tak ditepati. Padahal korban juga memberikan uang pelican bagi 69 korban lainnya,yang juga ingin diterima sebagai PNS.

Namun pelaku kabur membawa uang tersebut. Hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi.

“Untuk jumlah uang pelicin, berdasarkan keterangan saksi korban dan tersangka, berbeda-beda sesuai dengan jenjang pendidikan. Untuk lulusan SMA ada yang dimintai Rp 60 juta hingga Rp 80 juta,” ujarnya.

Sementara untuk ulusan D3, uang pelicinnya dipatok sebesar Rp 85 juta. Sedangkan sarjana atau Strata 1 (S1) dimintai Rp 90 juta.

Menurut Kasat, dari keterangan para saksi korban penipuan tak hanya warga Kota Tegal, namun juga warga di luar daerah bahkan sampai ke Jawa Timur. Perhitungan sementara mencapai lebih dari 413 orang.

Pihaknya memperkirakan pelaku sudah mengeruk uang dari ratusan korban itu mencapai Rp 33 miliar. Uang tersebut menurut pengakuan pelaku digunakan untuk foya-foya.

Salah satunya untuk membeli tiga rumah di di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Nilai tiga rumah yang dibeli menggunakan uang penipuan itu mencapai lebih dari Rp 2,7 miliar.

“Tersangka telah ditahan dan dititipkan di Lapas Kelas II B Tegal. Kasus akan terus kami kembangkan, kemungkinan ada tersangka lain, tapi penyidik harus mengumpulkan bukti kuat lainnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.