Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hanoman dan Badak Raksasa Ikuti Festival Ampyang Maulid di Loram Kulon Kudus

0 80

MURIANEWS.com, Kudus – Festival Ampyang Maulid yang digelar untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, berlangsung meriah pada, Sabtu (9/11/2019) sore. Ribuan masyarakat dari penjuru daerah pun datang dan turut meramaikan acara tersebut.

Puluhan peserta kirab pun menampilkan berbagai pertunjukan serta iring-iringan yang unik nan ciamik. Mulai dari replika badak yang terbuat dari tumpukan jerami berukuran raksasa, hingga bentuk Hanoman dengan tinggi tak kurang dari enam meter yang sangat persis dengan wujud aslinya.

Tak hanya itu, berbagai simbol kebudayaan khas daerah Loram pun banyak dipertunjukkan oleh para peserta kirab. Mulai dari petilasan hingga nasi kepal dan golok-golok mentok yang menjadi ikon khas festival satu tahunan tersebut.

Puncak acaranya, pihak panitia akan membagikan nasi kepal dengan isian botok daging yang memiliki rasa lezat. Sebelum dibagikan, nasi kepal akan didoakan terlebih dahulu. Barulah dibagikan satu per satu pada warga.

Ketua Panitia Festival Ampyang Maulid Slamet Supriyono mengatakan, pada gelaran tahun ini pihaknya mengambil tema keanekaragaman tradisi budaya Loram. Dengan melibatkan 34 penampil kirab yang terdiri dari sektor mushola sebanyak 20 penampil, pendidikan tujuh penampil, dan ormas tujuh penampil.

“Peserta tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ucapnya.

Masyarakat tengah berebut nasi kepal yang dibagikan oleh panitia (MURIANEWS.com/Anggara Jiwandhana)

Kekompakan para warga Desa Loram Kulon maupun Loram Wetan dan Sekitarnya pun Ia ucapkan terimakasih. Menurutnya, semua tidak akan berjalan lancar jika tidak ada sinergitas bersama dalam penyelenggaraan festival ini.

“Semua masyarakat terlibat dalam hal ini, kami harap di tahun depan akan lebih meriah lagi,” tandasnya.

Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Wahyu Haryanti mengatakan jika festival ampyang maulid merupakan suatu bentuk pelestarian budaya di era teknologi seperti saat ini. Festival Ampyang Maulid juga diharapkan bisa menarik wisatawan baik lokal maupul luar daerah.

“Festival ini kami apresiasi pelaksanaannya meriah,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.