Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wujudkan Pemilu Jurdil, Bawaslu Kudus Launching Tiga Desa Anti Politik Uang

0 119

MURIANEWS.com, Kudus – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus melaunching tiga desa anti politik uang di Lapangan Pacikaran Desa Lau Kecamatan Dawe, Jumat (8/11/2019). Kegiatan ini sebagai langkah untuk mewujudkan pemahaman kepada masyarakat tentang demokrasi. Terlebih dengan anti politik uang.

Launching tiga desa anti politik itu meliputi Desa Lau dan Desa Piji Kecamatan Dawe. Serta Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo. Pada kesempatan itu juga, tiga desa tersebut menandatangani komitmen bersama tentang anti politik uang.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, sebelumnya ada tiga desa yang dilakukan pembinaan. Ketiga desa diberikan kegiatan berupa diskusi untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya demokrasi secara umum.

“Ini kegiatan pembentuan desa anti politik uang tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan pilkades di Kudus yang sedang berjalan. Ini untuk menyiapkan pemilu 2024 mendatang,” ujar Minan saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan, politik uang merupakan budaya yang jelek. Apalagi, dampak dari politik uang dapat merusakan negara. Tak hanya itu, karena politik uang juga akan menimbulkan korupsi di mana-mana.

“Budaya politik uang akan merusak budaya di Indonesia. Akan menyebabkan terjadinya korupsi,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia mengajak warga di desa tersebut untuk sadar dan mehamai tentang bahayanya politik uang. Maka, melalui desa ini menjadi embrio untuk memberantas praktek politik uang saat pemilu.

“Nantinya setiap bulan sekali kami akan ada diskusi dengan warga tentang demokrasi,” lanjutnya.

Ke depan, tidak hanya tiga desa anti politik ini saja. Ia berharap desa-desa di Kudus agar juga menjadi desa anti politik uang. “Selain desa anti politik uang, nanti kami juga ada desa pengawasan. Mereka akan mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat,” bebernya.

Camat Dawe Amin Rahmat yang juga mewakili Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, sangat mendukung desa anti politik tersebut. Apalagi, dengan desa anti politik ini bisa menjadi pioner untuk kedepan dijadikan desa wisata. Yakni wisata pemilu yang jujur dan adil.

“Ini bisa menjadi destinasi wisata di Kudus. Bisa terwujud desa-desa pioner untuk menjadi desa anti politik uang,” begitu jelasnya saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Sugianto Warga Desa Piji mengungkapkan kegiatan desa anti politik uang sangat positif bagi warga. Karena melalui kegiatan ini dapat melaksanakan pemilu dengan jujur dan adil.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.