Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penuhi Kebutuhan Pelanggan, PDAM Bangun Satu Sumur Tambahan

0 89

MURIANEWS.com, Kudus – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus tengah membangun sumur produksi baru, di sebelah barat gang 10 turut Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Pembangunan, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Apalagi beberapa bulan ini pasokan airnya mengalami penurunan karena kemarau ekstrem yang sedang terjadi di tahun ini.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Kudus Ayatullah Humaini mengatakan jika sumur yang tengah dibangun akan memiliki kedalaman 140 meter. Sedang debit airnya, diperkirakan mencapai 22 liter per detik.

“Debit air yang dihasilkan pada setiap sumur produksi air bawah tanah (ABT) yang ada saat ini, rata-rata hanya sekitar 8,5 liter per detik,” katanya.

Sumur yang baru pun diproyeksikan akan melayani kebutuhan pasokan air sekitar 1.500 pelanggan. Selain itu, umur baru juga dapat mengoptimalkan pasokan air pelanggan di derah Desa Gondangmanis dan sekitarnya.

“Selebihnya, akan dimasukkan ke reservoar di Desa/Kecamatan Bae, untuk menambah pasokan air pelanggan di kawasan kota,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, jumlah sumur produksi milik PDAM Kudus saat ini sebanyak 56 titik lokasi, dengan total kapasitas sebesar 476 liter per detik atau setara kebutuhan ideal untuk 38.000 pelanggan.

Sedangkan jumlah pelanggannya sekarang, telah mencapai 47.000 pelanggan. Oleh karena itu pihaknya perlu menambah ketersediaan air untuk memaksimalkan pasokan bagi 9.000 pelanggan lainnya.

“Kami tengah mencari sumber ABT dengan debit besar agar penyebaran layanannya lebih luas,” terangnya.

Sejumlah lokasi pun msuk dalam daftarnya. Diantaranya di Desa/Kecamatan Mejobo, dengan debit air perkiraan mencapai 22 liter per detik. Penambahan sumur produksi sendirimerupakan solusi untuk mengatasi persoalan klasik atas kebutuhan air bersih yang dialami masyarakat sejumlah desa di wilayah Kota Kretek.

“Terutama saat terjadi kekeringan pada musim kemarau seperti tahun ini,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhara
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.