Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Raih Penghargaan, Ganjar Cerita Bujuk Penderita Gangguan Jiwa yang Dikurung

0 114

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini penghargaan diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, sebagai Pembina Pelayanan Publik kategori Sangat Baik.

Penghargaan disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Selasa (5/11/2019).  Satu materi paparan Ganjar yaitu memutar video pendek tentang dirinya mengunjungi rumah orang dengan gangguan jiwa bernama Supriyono di Kabupaten Banyumas, 29 Oktober 2019 lalu.

Saat itu, Dengan dialek ngapak Ganjar membujuk Supriyono agar mau dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jateng. Sejak 2006, anak pertama Tarkam (47) itu mengalami gangguan jiwa.

Dan sejak itu pula dia hanya menghuni ruang 1,5 x 1 m di salah satu sudut rumahnya di RT 3 RW 5 Jatisaba Cilongok Banyumas.

Kalimat-kalimat rayuan banyak dilontarkan Ganjar kepada Supri agar menerima tawarannya, yakni mau dirawat di RSJ Amino Gondohutomo, Semarang. Kalimat-kalimat rayuan itu bersumber dari hal-hal yang disukai Supri.

Gubernur Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Manteri Tjahjo Kumolo. (Istimewa)

Supri ternyata menginginkan seorang istri atau minimal kekasih. Tawaran lain yang diajukan pada Supri adalah berbagai bermacam minuman dingin, baju sampai rokok. Semua ditawarkan Ganjar dari luar ruangan kecil berdinding besi, tempat Supri menghabiskan hari-harinya.

Mendengar tawaran-tawaran dari Gubernur berambut putih itu, Supri yang terus memandangi botol berisi susu sambil mengepulkan asap rokok mengiyakan tawaran Ganjar.

“Kenapa cerita ini  saya bawa?. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang saat ini sedang saya lakukan bersama kawan-kawan Pemprov Jateng,” kata Ganjar, Rabu (6/11/2019).

Ganjar mengungkapkan, kedatangannya ke rumah Supriyono itu setelah ia menerima informasi dari media sosial. Informasi yang diterima menyebutkan bila Supriyono dikurung oleh orang tuanya karena menderita gangguan jiwa.

“Kalau dulu, mungkin untuk laporan seperti ini membutuhkan prosedur berbelit-belit. Tetapi zaman sudah terus bergerak, aduan masyarakat lewat media sosial pun kami tindaklanjuti dan respon secepatnya,” ujarnya.

Setelah dibujuk Ganjar, Supriyono akhirnya dibawa dan diobati ke rumah sakit jiwa itu. Dari cerita itu, Ganjar menyebut bila pelayanan publik harus mengikuti perkembangan zaman.

Aspek yang perlu diperhatikan dalam pelayanan publik, menurut Ganjar, adalah mudah, murah, cepat, dan tuntas.

“Sekarang era milineal, masyarakat ingin lapor, mengadu, atau bahkan sekadar chit-chat dengan kami (pemerintah) lewat medsos. Maka kami harus siap, saat ini aturannya setiap OPD wajib merespon aduan masyarakat maksimal 1×24 jam. Jika lebih dari 1×24 jam, mereka sudah tahu resikonya,” tegas Ganjar.

Sementara itu, Tjahjo Kumolo mengatakan, aspek yang dinilai dalam penghargaan ini yakni kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, konsultasi dan pengaduan, Inovasi, dan Sistem Informasi Pelayanan Publik.

“Kami ingin mempercepat pelayanan di semua sektor, termasuk ingin memberikan izin cepat. Dari data yang kami himpun dari semua provinsi, Jateng dan DIY paling efektif anggarannya,” pungkansya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.