Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

16 Ribu Warga Jateng Sukarela Mundur dari Daftar Penerima PKH

0 828

MURIANEWS.com, Semarang – Sebanyak 40 ribu warga prasejahtera di Jawa Tengah tergraduasi atau tak tercatat lagi sebagai Keluarga Penerima Manfaat (PKM) Program Keluarga Harapan (PKH). Dari jumlah itu, 16 ribu di antaranya secara sukarela mundur, karena merasa sudah cukup mampu.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut, dengan data ini program PKH telah berkonstribusi dalam penanggulangan kemiskinan di Jateng. Sebanyak 40 ribu keluarga yang telah keluar sebagai KPM PKH merupakan penurunan angka kemiskinan yang cukup bagus.

Ia pun meminta pada petugas pendamping PKH untuk mengoptimalkan pemasangan papan atau stiker informasi penerima bantuan PKH.

”Karena ternyata pemasangan stiker di rumah warga penerima manfaat sangat efektif. Setelah dipasangi stiker, banyak warga yang mengundurkan diri karena merasa malu dan sadar dirinya tidak berhak menerima bantuan,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Sementara itu, Koordinator Wilayah PKH Jateng II M Arif Rohman mengatakan, 40 ribu yang telah keluar dari KPM PKH itu data yang tercatat hingga Oktober 2019. Rinciannya, sebanyak 24 ribu KPM PKH adalah graduasi kategori mampu, dan 16 ribu graduasi mandiri.

“Graduasi mampu artinya sudah mampu secara ekonomi dan layak keluar sebagai KPM PKH. Sedangkan graduasi mandiri, karena keluarnya atas kesadaran sendiri. Mereka sadar bahwa sudah tidak layak mendapatkan bantuan PKH,” ujarnya.

Pihaknya juga mengakui penempelan stiker di rumah penerimaan manfaat PKH cukup efektif. Tidak sedikit penerima PKH yang kondisi ekonominya mampu, telah mengundurkan diri sebagai KPM PKH dengan kesadaran sendiri.

“Kami juga memasang papan informasi daftar penerima bantuan PKH yang dipasang di depan balai desa. Sehingga masyarakat pun mengetahui dan memantau siapa saja warga yang mendapat bantuan,” terangnya.

Sementara itu, berbagai program terus digencarkan. Di antaranya menyelenggarakan pelatihan pengemasan makanan ringan dan membuat beragam produk kerajinan berbahan bambu. Program pelatihan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Magelang tersebut merupakan kerja sama Kemensos dengan Kementerian Perindustrian.

“Selain upaya pemberdayaan masyarakat, kami juga mengajak warga prasejahtera berwirausaha. Setelah usaha membuka usaha, selanjutnya akan dibantu pendampingan dan permodalan untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Ia menyebut, para PKM yang mengundurkan diri itu akan diwisuda dalam Jateng Festival 19 November 2019 mendatang di GOR Wujil Kabupaten Semarang.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.