Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Sebelum Ketangkap KPK, Bupati Tamzil Ngaku Usir Staf Bawa Uang Suap

0 1.682

MURIANEWS.com, Kudus – Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil mengaku pernah mengusir Staf Khususnya Agus Soeranto (Agus Kroto), saat membawa uang hasil suap. Ini terjadi beberapa saat sebelum tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkapnya dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT), 26 Juli 2019 lalu.

Uang suap yang dibawa Agus Kroto itu disebutnya berasal dari Plt Sekretaris DPKKAD Kudus Akhmad Sofian. Tamzil mengaku ia takut ditangkap KPK jika menerima uang suap itu.

“Bawa keluar uangnya, saya tidak mau, saya takut KPK,” katanya kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (4/11/2019).

Tamzil di hadirkan ke pengadilan ini untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkab Kudus dengan terdakwa Akhmad Sofian.

Dalam keterangannya, Tamzil juga saat itu sangat marah pada Agus Kroto. Walau setelahnya ia kembali memanggil Agus Soeranto untuk menemaninya rapat terkait persoalan lain. “Saya panggil kembali setelahnya,” lanjutnya.

Saat kembali memanggil Agus, Tamzil mengaku tidak membahas apapun soal uang yang dibawa di kantornya tadi. Tamzil beralasan jika pihaknya tidak ingin mencampuri urusan pribadi Agus Soeranto.

Disinggung soal alasan mengusir Agus saat di ruangannya, Tamzil menyebut jika ia menganggap uang yang dibawa Agus adalah uang tidak beres. Oleh karena itu ia dengan tegas menolak uang pemberian Agus.

“Saat itu Agus bilang jika ada uang titipan dari terdakwa (Akhmad Shofian), saya tolak karena itu pasti uang tidak benar,” terangnya.

Beberapa saat kemudian, tim KPK datang untuk melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap Tamzil dan Agus Kroto.

Baca: Menyesal Angkat Agus Kroto Jadi Staf Khusus, Bupati Tamzil: Saya Hanya Kasihan

Dalam kasus dugaan jual beli jabatan ini, selain Akhmad Shofian, Tamzil dan Agus Kroto juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ketiganya ditangkap dalam OTT yang dilakukan KPK di Pendapa Kabupaten Kudus, 26 Juli 2019 lalu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Tamzil melawan. Ia menggugat KPK melalui praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Namun hakim menolak gugatan tersebut.

Saat ini Tamzil dan Agus Kroto masih menjalani penahanan di rumah tahanan KPK untuk melengkapi berkas pemeriksaan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.