Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Di Pati, Ganjar Disambut Pakai Poster Tolak Pabrik Semen

MURIANEWS.com, Pati – Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Pati, Senin (4/11/2019), mendapatkan sambutan dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK).

Ketika arak-arakan mobil yang ditumpangi orang nomor satu di Jateng itu sampai di Perempatan Siombo, Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Pati, beberapa anggota JMPPK membentangkan poster yang bertuliskan ‘tolak pabrik semen’.

Selain itu, ada juga anggota JMPPK yang membawa baliho dengan gambar aksi kekerasan terhadap petani di Rembang yang menolak pabrik semen pada tahun 2014 silam.

Namun, kendaraan yang ditumpangi Ganjar pun dengan cepat melaju. Bahkan nampak tak menghiraukan poster tersebut. Kemudian rombongan Ganjar pun menuju ke objek wisata Gua Pancur.

Suharno, Anggota JMPPK yang membentangkan poster itu mengatakan, jangan sampai ada pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Sebab, dampaknya akan sangat berbahaya bagi warga sekitar.

“Kami meminta agar Ganjar tidak menyetujui pendirian pabrik semen di Pati. Bahkan pabrik semen yang ada di Rembang juga sudah mendapatkan banyak penolakan,” katanya saat dihubungi, Senin (4/11/2019).

Lebih lanjut, dia juga meminta agar semua penambangan yang ada di Pegunungan Kendeng, segera dihentikan. Mengingat, aktivitas penambangan telah merusak alam dan dapat membahayakan masyarakat.

Baca: Kunjungi Gua Pancur, Ganjar Minta Penanganan Sampah Dibenahi

Selain itu, lanjutnya, dampak dari perusakan lingkungan sudah sangat nyata. Dia mencontohkan, pada musim kemarau kemarin, banyak warga yang kekurangan air bersih. Kemdian pada musim hujan, banyak daerah yang terkena banjir.

“Itu karena perusakan lingkungan. Karena itu, kami tidak ingin Kendeng ini dirusak,” ujarnya.

Dia juga berharap agar gubernur Jateng bisa lebih berpihak pada warga yang berada di Pegunungan Kendeng, yang seharusnya segera direboisasi. “Bukan malah ikut ngobral izin-izin tambang di wilayah Kendeng,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...