Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemuda di Magelang 4 Hari Terkubur Longsor, Hanya Terlihat Jari Tangan

0 3.072

MURIANEWS.com, Magelang – Seorang penambang pasir bernama  Eko Prasetyo (25), warga Dusun Pabelan III RT 03 RW 08, Desa Pabelan, Kecamata Mungkid, Magelang, ditemukan tak bernyawa tertimbun material longsor di Alur Sungai Pabelan. Diperkirakan korban sudah terkubur selama empat hari di lokasi tersebut.

Pasalnya, korban diketahui hilang sejak Senin (28/10/2019) sore, dan baru ditemukan pada Kamis (31/10/2019) kemarin.

Kapolsek Kapolsek Mungkid AKP M Ahdi, Jumat (1/11/2019) mengatakan, mayat pemuda itu baru diketahui setelah salah satu warga melakukan penggalian pasir di lokasi kejadian. Saat menggali, warga tersebut menemukan ada jari tangan manusia.

“Yang menemukan warga bernama Tri Hartanto (35). Saat menggali pasir alur sungai, ia menemukan jari tangan. Dan di sekitarnya memang ada bekas longsoran,” katanya.

Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada warga lain dan diteruskan ke polisi. Aparat Polsek Mungkid yang menerima laporan langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Saat ditemukan, kondisi korban dalam kondisi mengenaskan. Pihak kepolisian bersama tim medis dan Inafis Polres Magelang melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas korban.

Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui bernama Eko Prasetyo. Tak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban sehingga disimpulkan korban meninggal karena tertimbun longsor.

“Dari hasil olah TKP korban meninggal karena terkubur longsoran tebing setinggi sekitar 2,10 meter,“ terangnya.

Sementara itu, Nur Khadik (53) warga setempat menyebut, jika ia terakhir bertemu dengan korban pada Senin (28/10/2019) sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, ia melihat korban berada di lahan tersebut sendirian untuk menambang pasir.

Sementara orang tua korban Widarto (55) menambahkan bahwa putranya tidak pulang sejak Senin sore. Menurutnya, putranya tersebut mempunyai keterbelakangan mental, sehingga tidak menyadari saat akan terjadi longsor.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.