Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bawa Kabur Motor Orang Blora, Pemuda Asal Bojonegoro Dicokok Polisi

0 1.055

MURIANEWS.com, Blora – Aparat Polsek Cepu, Blora mengamankan seorang pemuda bernama Aziz Dewa Nur Rahma (18), warga Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tindakan itu dilakukan karena pemuda tersebut diduga kuat telah melakukan penipuan dengan modus jual beli sepeda motor bekas. Korban penipuannya adalah Nur Rochim Sumartono (25), warga Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.

Kapolsek Cepu AKP Selamet Riyanto mengungkapkan, kasus penipuan tersebut berawal pada hari Selasa (29/10/2019), sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu, korban memposting di Group Facebook Lapak Cepu jika akan menjual sepeda motor Yamaha Vixion tahun 2014 miliknya.

Kemudian pada pukul 20.00 WIB korban mendapat pesan melalui Massager FB dari tersangka dengan akun facebook “HARI INI” yang menanyakan sepeda motor miliknya yang akan di jual. Selanjutnya tersangka mengajak bertemu seolah-olah akan bertransaksi.

Tidak lama kemudian, antara korban dan tersangka sepakat bertemu di jalan Tuk Buntung Timur, samping resto Tjinonik. Setelah saling berbincang-bincang, tersangka minta izin mencoba sepeda motor milik korban dengan alasan ingin mengecek kondisi mesin.

Tersangka kemudian mengendarai motor korban menuju arah stasiun Cepu. Namun, setelah ditunggu cukup lama, tersangka tidak kunjung kembali.

“Korban baru merasa motornya hilang setelah dibawa tersangka kurang lebih 30 menit. Korban selanjutnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cepu,” kata Selamet, Kamis (31/10/2019).

Setelah melakukan penyelidikan, tersangka akhirnya berhasil diamankan saat berada di jalan Ronggolawe, depan RSUD R Soeprapto Cepu berikut barang bukti.

“Tersangka dan barang bukti sepeda motor Yamaha Vixion tahun 2014 warna putih sudah kami amankan di Mapolsek. Tersangka kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman hukumannya empat tahun penjara,” terang Selamet.

 

Reporter: Dani Agus
Editor Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.