Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

FASBuK Sukses Tampilkan Pertunjukan Menjadi Dongeng Karya Mukti Sutarman

0 42

MURIANEWS.com, Kudus – Pertunjukan musik, puisi, dan diskusi Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) edisi bulan Oktober 2019 terasa berbeda. Pasalnya pertunjukan yang di gelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (29/10/2019) malam menampilkan beberapa pegiat seni yang mengangkat tema pertunjukan “Menjadi Dongeng”.

Ada beberapa penampil dari pegiat seni dan sastra pada malam itu. Di antaranya Muhammad Achyarie Amrullah, Achmad Sholikul Imam, Nuryanti, Ifa Rizki Purnama Wati, dan Umi Yukhihanid. Serta sebagai narasumber ada seorang sastrawan Mukti Sutarman Espe.

Para penampil itu, mereka menampilkan puisi dan musik yang diambil dari buku Menjadi Dongeng karya Mukti Sutarman Espe. Seperti, puisi tentang Ada Rasa Loba, Ada Melulu Ibu, Tuhan Lalu Ibu, Pertemuan Senja, dan lainnya.

Ketua Badan Pekerja FASBuK Arfin AM mengatakan, pertunjukan puisi, musik, dan diskusi pada malam ini terasa berbeda. Karena penampilan seorang sastrawan senior di Kudus. Ia adalah Mukti Sutarman Espe.

Sutarman Espe adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Ia mulai dikenal di kancah kesusastraan Indonesia melalui sejumlah karyanya dalam bentuk puisi yang dipublikasikan di berbagai media nasional.

Mukti juga menjadi salah satu penyair yang tergabung dalam antologi puisi berseri Dari Negeri Poci yang diterbitkan sejak 1993. “Beliau juga merupakan pendiri FASBuK,” ungkapnya.

Ia mbenyebutkan, dalam penampilan malam tadu karya Menjadi Dongeng ditampilkan dalam berbagai puisi. Mereka yang tampil adalah merupakan pegiat seni dan sastra yang ada di Kudus dan sekitarnya.

Pertama ada Muhammad Achyarie Amrullah. Ia adalah pemuda berdarah Madura. Alumni ponpes Al-Amien Prenduan Madura ini menjadi awal dirinya mengenal dan menggemari duni sastra. Amrullah saat ini aktif sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi UMK.

“Ia pernah membacakan puisi karyanya sendiri dalam rangka memperingati hari puisi sedunia,” terangnya.

Penampil kedua, itu adalah Achmad Shokhibul Iman. Ia mahasiswa jurusan BK FKIP UMK yang gemar bermusik. Mengenal musik sejak duduk di bangku SMK. Menjadi vokalis adalah satu banda lokal Kudus Reality Dream Crew.

“Pada panggung ini ia berkolaborasi dengan Amrullah untuk membawakan beberapa puisi dari buku Menjadi Dongeng karya Mukti Sutarman Espe,” katanya.

Selanjutnya, penampil Nuryanti adalah mahasiswi FEBI IAIN Kudus. Belajar menulis secara otodidak dari dunia onlie. Mulai serius menulis waktu menjelang UN kelas XII. Pernah berhenti menulis setelah melahirkan anak pertama Antologi puisi potret di pelupuk mata tahun 2016. Aktif menulis lagi semenjak semester 3 dan keluar zona nyaman fokus ke esai, lahirlah anak kedua antologi esai Quo Vadis 2019.

“Berikutnya, Ifa Rizki Purnama Wati mahasiswa Syariah IAIN Kudus. mulai tertari di dunia sastra sejak SMA. Sebelum lebih fokus di dunia riset dan pernah menjuarai beberapa event di tingkat Kabupaten dan tingkat nasional,”terangnya.

Serta ada penampil Umi Yukhanid. Mahasiswa D3 Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Kudus, selain tertarik memiliki dalam bidang satra puisi. Ia juga mempunyai hobi membaca. Puisi bagiannya, adalah tempat untuk mencurahkan semua isi hati dan pikirannya.

“Selain penampilan puisi tentang buku Menjadi Dongeng. Pada penampilan malam tersebut juga ada sesi diskusi dengan para penampil langsung,” tutupnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.