Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Blora Serahkan Bantuan 40 Perahu bagi Nelayan Sungai Bengawan Solo

0 57

MURIANEWS.com, Blora – Para nelayan sungai Bengawan Solo dari empat desa mendapat bantuan perahu dilengkapi mesin dan alat penangkap ikan dari Pemkab Blora. Para nelayan tersebut yakni, nelayan dari Desa Nglanjuk dan Desa Jipang di Kecamatan Cepu, serta dari Desa Ketuwan dan Desa Panolan di Kecamatan Kedungtuban.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Arief Rohman didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan R Gundala Wijasena. Penyerahan bantuan dipusatkan di Balaidesa Nglanjuk, Kecamatan Cepu.

Penyerahan dilakukan secara simbolis dengan memberikan dayung perahu. Usai penyerahan simbolis, dilanjutkan peninjauan lapangan guna melihat bentuk fisik perahu di tepi sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 300 meter dari Balaidesa Nglanjuk.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan R Gundala Wijasena mengatakan, jumlah bantuan perahu yang diserahkan sebanyak 40 buah yang diberikan pada empat kelompok usaha bersama (KUB). Masing-masing KUB menerima 10 perahu lengkap dengan mesin perahu dan alat penangkap ikannya. Adapun anggarannya berasal dari DAK APBD 2019 senilai Rp 450 juta.

“Per desa ada satu KUB. Tiap KUB anggotanya ada 20 nelayan. Jadi, jika per KUB dapat bantuan 10 perahu, maka satu perahunya bisa dipakai oleh dua nelayan secara bergantian untuk mencari ikan,” jelasnya.

Wakil Bupati Arief Rohman beserta para nelayan sungai Bengawan Solo penerima bantuan berfoto bersama.

Sementara itu, Wakil Bupati Arief Rohman meminta agar bantuan itu dirawat dengan baik, jangan sampai dijual dan didiamkan begitu saja.

“Mewakili Bapak Bupati, kami ucapkan selamat untuk teman-teman nelayan di Nglanjuk, Jipang, Ketuwan, dan Panolan yang telah menerima perahu baru berikut mesin dan alat tangkap ikannya. Gunakan sebagaimana mestinya, jangan dijual apalagi didiamkan. Harus bisa lebih produktif lagi,” katanya.

Arief juga meminta agar Dinas Peternakan dan Perikanan kerjasama dengan Dindagkop UKM atau OPD lainnya bisa mendampingi pengolahan pasca panennya. Terlebih, sebentar lagi akan ada bandara di Kabupaten Blora, tepatnya di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu. Sehingga dipastikan akan banyak tamu yang datang, untuk mencari kuliner khas daerah.

“Sungai Bengawan Solo ini terkenal dengan ikan jendhilnya. Ini bisa menjadi kuliner khas yang menarik bagi pecinta kuliner. Tinggal bagaimana caranya agar bisa diolah dengan baik. Sehingga nelayan juga harus diajari cara mengolah ikan hasil tangkapannya,” imbuhnya.

 

Reporter Dani Agus
Editor Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.