Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Uang Suap untuk Bupati Tamzil saat OTT KPK Ternyata Hasil Pinjaman

0 3.608

MURIANEWS.com, Semarang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang ratusan juta rupiah dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil bersama dua pejabatnya beberapa waktu lalu.

Uang tersebut diduga sebagai suap untuk memuluskan jalan Akhmad Shofian agar ditempatkan dalam jabatan khusus di Pemkab Kudus.

Dan ternyata uang suap yang diberikan Shofian kepada Tamzil itu merupakan hasil pinjaman. Ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, dengan terdakwa Akhmad Shofian, Senin (28/10/2019).

Uang tersebut ternyata dipinjam Akhmad Sofian dari Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus Putut Winarno. Dalam kesaksiannya, Putut membenarkan hal ini.

“Akhmad Shofian menghubungi saya dan meminta tolong untuk meminjami uang sekitar Rp 300 juta,” katanya dalam persidangan.

Permintaan sendiri dilontarkan Akhmad Shofian tepat sehari sebelum Operasi OTT terhadap Bupati Tamzil dilakukan. Yakni sekitar pagi hari di tanggal 25 Juli 2019 lalu.

Kepada Putut, Akhmad Shofian menyebut jika uang tersebut akan digunakan sebagai modal kerja. “Awal mula dengan alasan demikian,” ucapnya.

Putut pun menyanggupi permintaan tersebut, namun nominalnya lebih rendah dari permintaan Shofian. Uang senilai Rp 275 juta pun ia berikan pada Akhmad Shofian. Uang tersebut dikemas dalam kardus sarung kemudian dimasukkan ke dalam tas.

Putut sendiri mengaku baru tahu jika uang pinjaman darinya itu yang diamankan KPK saat OTT. Ini terjadi saat Putut memberanikan diri untuk bertanya kepada terdakwa terkait akan digunakan untuk apa uang tersebut.

Padahal menurut Putut, uang tersebut sejatinya akan digunakan untuk merehab kediamannya.

“Akhmad Shofian kemudian mengaku jika uang yang ia pinjam akan digunakan untuk diberikan pada ajudan Bupati Kudus Uka WS,” terangnya.

Pada Putut, Akhmad mengakui jika bupati sedang membutuhkan dana. Uang tersebut dimungkinkan akan digunakan untuk menata jabatan istri Akhmad Shofian, Rini Kartika Hadi. “Saat itu saya sempat istighfar,” terangnya.

Sementara terdakwa Akhmad Shofian tidak menyangkal pihaknya meminjam sejumlah uang pada saksi Putut.

Jumlah nominal yang dibeberkan pun sama. Uang tersebut rencanyanya akan diberikan pada ajudan bupati dan setelahnya terjadi OTT KPK. “Uang yang saya pinjam benar Rp 275 juta,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.