Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Diduga Tersinggung Syair Selawatan, Takmir Musala di Gondangmanis Kudus Dibacok

MURIANEWS.com, Kudus – Warga Dukuh Sendang Mulyo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae dihebohkan dengan pembacokan yang dilakukan Rawuh (47) terhadap seorang takmir musala setempat, Muslim Afandi (65). Akibat kejadian tersebut korban harus menjalani perawatan di RS Aisiyyah Kudus karena mengalami luka robek di bagian pergelangan tangan dengan tujuh jahitan dan kening kepala sebelah kanan hingga lima jahitan.

Kapolsek Bae Kudus Iptu Ngatmin membenarkan kejadian tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu (27/10/2019) malam. Pembacokan itu terjadi di dalam Musala Darul Ulum, Desa Gondangmanis RT 7/RW11, Kecamatan Bae, Kudus.

“Korban itu takmir musala. Tapi ia juga sering jadi imam. Setelah azan korban menyambungnya dengan selawatan menggunakan bahasa jawa. Syair selawatan itu salah satunya kalau nggak mau salat nanti akan disiksa di dalam kubur dan di hukum malaikat. Gara-gara syair itu, diduga kuat pelaku tersinggung dan timbul dendam,” jelasnya saat ditemui di Polsek Bae, Senin (28/10/2019).

Untuk kronologi kejadian sendiri, lanjutnya, sekitar pukul 19.00 WIB korban sedang selawatan sebelum iqomat salat isya. Namun tak selang lama, tiba tiba pelaku datang dengan cara memecahkan kaca jendela Musala Darul Ulum menggunakan sebuah batang besi dan membawa sabit.

Kemudian pelaku mendekati korban yang ada di dalam musala. Setelah itu pelaku menarik kerah baju korban sambil mengayunkan sabit ke arah kepala korban. Beruntung korban berhasil menangkis menggunakan tangannya.

“Akibatnya korban terkena luka bacok di pergelangan tangan dan kening sebelah kanan. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit Aisyah Kudus untuk berobat,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek bagian pergelangan tangan tujuh jahitan dan bagian kening kepala sebelah kanan lima jahitan.

Iptu Ngatemin menambahkan, setelah diselidiki pelaku ternyata memiliki penyakit gula yang parah. Diduga pelaku juga frustasi karena penyakitnya tak kunjung sembuh. Oleh karena itu, dari pihak kepolisian memberikan waktu selama 24 jam, baik dari keluarga korban dan pelaku untuk laporan ke polsek.

“Kita juga harus konsultasi dengan dokter. Dengan kondisi pelaku yang mengalami penyakit gula parah. Kalau memang itu faktor kemanusian. Kami juga butuh waktu 24 jam dari para keluarga arahanya mau kemana. Kalau adaindikasi baik. ya baik,” pungkasnya.

 

Reporter: Dian Utoro AJi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...