Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

23 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Blora

MURIANEWS.com, BloraSatreskrim Polres Blora menggelar reka ulang atau rekonstruksi pembunuhan terhadap Ratmiyati (41) seorang ibu rumah tangga warga Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Blora. Dalam rekonstruksi tersebut terdapat 23 adegan yang diperagakan oleh pelaku, Doyo (50) saat mengakhiri hidup tetangganya tersebut.

Pelaksanaan rekontruksi dilangsungkan di rumah korban yang berada di Dukuh Guyung, Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Kamis (24/10/2019). Sontak hal itu membuat puluhan warga berdatangan dan mengerumuni lokasi. Termasuk suami serta orang tua dan keluarga korban terlihat ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Hery Dwi Utomo mengungkapkan, rekonstruksi bertujuan untuk mencari kesesuaian keterangan dari tersangka dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

“Tujuan rekonstruksi ini untuk menyesuaikan keterangan dari pelaku. Sejauh ini, keterangan pelaku masih berbelit-belit dan tidak sinkron. Makanya kita ke TKP langsung, agar lebih jelas dan gamblang,” jelasnya.

Sebanyak 23 adegan diperankan oleh pelaku dalam rekonstruksi ini. Dimulai dari pelaku memukul lonceng sampai terjadinya pembunuhan.

Hery menambahkan, dari hasil rekonstruksi diketahui jika pembunuhan itu diawali dengan perbuatan perzinaan. Hal ini seusai dengan keterangan pelaku yang sempat berhubungan badan dengan korban di dalam rumah.

Warga Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Blora memadati tempat kejadian perkara untuk melihat proses rekonstruksi pembunuhan Ratmiyati (41) warga setempat. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

“Untuk sementara belum ada fakta baru. Tapi memang pembunuhan itu diawali dengan perzinaan,” tambahnya.

Dijelaskan, sebelum terjadinya pembunuhan tersebut, korban sempat menghubungi pelaku untuk datang ke rumahnya karena suaminya pergi ke warung kopi. Setelah bertemu, keduanya sempat melakukan hubungan suami-istri.

Usai berhubungan, sempat terjadi cek-cok di depan kamar mandi. Pelaku yang merasa sakit hati dan emosi kemudian memukul kepala korban sebanyak delapan kali menggunakan bata ringan (paving).

“Motif tersangka melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia karena merasa sakit hati. Tersangka sempat tersinggung oleh kata-kata korban yang menyebutkan bahwa pelaku kurang jantan usai berhubungan intim,” tambahnya.

Seperti diberitakan, korban sebelumnya sempat diduga meninggal akibat jatuh karena ditemukan suaminya Sukardi (50) dalam kondisi tergeletak di depan kamar mandi rumah, pada Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelum kejadian, Sukardi tidak ada di rumah karena sedang nongkrong di warung kopi.

Sukardi yang menduga istrinya terpeleset segera melarikan korban ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Cepu. Namun, nyawa istrinya akhirnya tidak bisa tertolong.

Dari pemeriksaan pihak rumah sakit, ditemukan kejanggalan pada sejumlah luka yang ada di tubuh korban. Selanjutnya, pihak rumah sakit melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...