Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pati Gandeng KPK Genjot Pendapatan dari Sektor Pajak

MURIANEWS.com, Pati- Dalam rangka mengoptimalisasi pendapatan daerah, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus memantau para wajib pajak. Tak tanggung-tanggung, Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) juga digandeng untuk memonitor itu.

Tak hanya itu, pemkab juga meluncurkan aplikasi e-Monitoring untuk memantau perusahaan atau swasta agar taat pajak.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, selama ini pihaknya sudah patuh terhadap pengenaan pajak nontunai atau online. Hingga ada retribusi online. Dengan adanya e-Monitoring itu tujuannya adalah mengurangi penyimpangan.

“Pada saat sebelum online itu, pendapatan berbeda. Ditunjang dengan ini (e-Monitoring) nanti masing-masing wajib pajak akan dipasangi. Nantinya disediakan oleh Bank Jateng secara gratis,” ujarnya dalam sosialisasi terhadap monitoring pajak, Kamis (24/10/2019).

Mnurutnya, ada 11 jenis pajak daerah yang sekarang sudah beralih online. Di antaranya pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, PPJ, PBB, serta termasuk pajak sarang burung walet.

“Kalau sudah terpasang alat, kita tidak bisa menghindar. Oleh karena itu kami mengundang KPK, untuk memberikan sosialisasi agar program terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Nantinya, alat itu terlebihdahulu akan disiapkan untuk perhotelan dan rumah makan yang berbintang terlebih dahulu. Sehingga akan ada pendataan yang masuk ke daerah. Untuk keseluruhan akan dilengkapi pada 2020 mendatang.

Sementara itu Kunto Ariawan, Kasatgas Pencegahan Korwil V KPK RI mengatakan, sejatinya KPK ada tugas besar. Yakni melakukan penindakan dan pencegahan.

Ia menyebut, akan melakukan pencegahan pada delapan areal. Yaitu pada bidang perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, manajemen ASN, pengelolaan barang milik daerah, pendapatan asli daerah, dan Dana Desa.

“Di sini kita dorong melakukan e-Monitoring pajak secara online. Agar  memperoleh data omzet yang sebenarnya,” pungkas Kunto.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...